Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asuransi AJB Bumiputera (Foto: Istimewa)

Asuransi AJB Bumiputera (Foto: Istimewa)

Upaya Penyehatan, Bumiputera Jajaki Gandeng Investor Asal AS

Senin, 2 November 2020 | 06:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 sedang menjajaki investor asal Amerika Serikat (AS) untuk penyelamatan dan penyehatan perusahaan. Namun demikian, upaya itu terhambat proses pembentukan panitia Rapat Umum Anggota (RUA) untuk mengisi kekosongan kursi komisaris dan direksi, lantaran komisaris saat ini menolak untuk menyelenggarakan RUA.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Advokasi Penyelamatan AJB Bumiputera Jaka Irwanta kepada Investor Daily, pada akhir pekan lalu. Dia menyatakan, surat perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pembentukan panitia RUA tak diindahkan dan waktu yang telah diberikan telah usai. Padahal, OJK dalam surat tersebut turut mengancam bahwa pihak yang mencoba menghalang-halangi dapat dikenakan pidana.

Dia mengungkapkan, dalam rapat yang diselenggarakan direksi dan komisaris perusahaan, hanya dua direksi yang setuju panitia RUA dibentuk. Sisanya, tiga komisaris dan dua direksi yang belum definitif tidak menyetujui penyelenggaraan RUA. Alasannya beragam, mulai dari berbeda pendapat terkait persoalan hukum hingga menuding OJK agar Pasal 38 Anggaran Dasar (AD) Bumiputera dijalankan. Pasal itu berisi bahwa kerugian pada perusahaan mutual tersebut ditanggung semua nasabah.

"Kendala penyehatan ini adalah para komisaris dan direksi saat ini yang sebagian besar tidak setuju pembentukan RUA. Jadi nyaris untuk pemilihan RUA ini hanya didukung dua direksi, sisanya menolak. Dengan alasan macam-macam," kata Jaka.

Dia mengatakan, saat ini posisi komisaris diduduki oleh tiga orang yaitu Nurhasanah yang sebelumnya menjadi ketua Badan Perwakilan Anggota (BPA), serta dua orang dekatnya. Nurhasanah dan dua komisaris lainnya menjadi komisaris karena inisiatif mereka sendiri.

Dia menuturkan, molornya pembentukan RUA itu memang akan berimbas pada upaya penyehatan dan penyelamatan keuangan Bumiputera dalam rangka membayarkan tunggakan klaim yang diperkirakan mencapai Rp 9 triliun pada akhir tahun ini. Apalagi, saat ini terdapat calon investor yang turut menanti persoalan internal perusahaan juga lekas diselesaikan.

"Harapan kami dengan adanya RUA ini bisa melahirkan komisaris dan direksi baru. Diharapkan November itu sudah dibentuk, ada BOD dan BOC pada Desember. Pada awal tahun sudah bisa mulai berproses dengan investor," tutur Jaka.

Persyaratan dari Investor

AJB Bumiputera. Foto: ilustrasi: metrotvnews.com
AJB Bumiputera. Foto: ilustrasi: metrotvnews.com

Dia mengemukakan, calon investor yang dimaksud menjalankan usaha perbankan di AS dan memiliki kondisi finansial yang kuat. Jauh berbeda dengan calon investor sebelumnya. Tapi, calon investor kali memiliki sejumlah persyaratan agar kerja sama yang nanti terjalin bisa berjalan mulus.

Pertama, kata dia, Bumiputera harus lebih dulu mematuhi segala regulasi dari otoritas domestik. Kedua, penyelamatan dan penyehatan Bumiputera tidak lewat bailout dari pemerintah tapi tetap mendukung berbagai program pemerintah. Hal itu ditunjukkan agar tetap mendapat kepercayaan pemerintahan dan diharapkan mendapatkan kompensasi dalam pembayaran klaim. Ketiga, meminta OJK untuk mengizinkan melepas sebagian aset untuk membayarkan klaim.

"Kerja sama dengan investor yang juga merupakan salah satu bank ternama di Amerika itu murni terkait co-branding. Kedua, ini tidak seperti Jiwasraya yang bisa dibantu oleh pemerintah karena memang milik pemerintah. Kalau Bumiputera itu kerja samanya melalui berbagai program. Meskipun nantinya kita belum bisa membayar klaim secara keseluruhan, tapi adanya investor ini setidaknya beban kita bisa berkurang dan keuangan perusahaan bisa lebih baik," terang Jaka.

Dia menyampaikan, pembicaraan dengan investor terkait bahkan sudah dilakukan sebelum pandemi Covid-19. Ketika itu, calon investor terkait menyempatkan diri untuk datang langsung ke Indonesia. Lalu ketika pandemi, pembicaraan lebih lanjut dilakukan secara virtual. Hasil dari pembicaraan pun turut dikoordinasikan dengan OJK. Dalam hal ini, OJK pun mendukung kehadiran investor di Bumiputera selama calon investor menjaga komitmennya.

"Mereka (calon investor) sudah menunjukkan komitmennya. Tapi tadi, pengurus-pengurus Bumiputera itu harus memiliki visi yang benar, patuh hukum, dan mau membenahi Bumiputera. Diharapkan juga ada dukungan regulator sebagai pengawas untuk mengizinkan kerja sama itu," kata dia.

Jaka mengatakan, calon investor yang dikabarkan juga memiliki perusahaan asuransi terbesar di Indonesia itu tertarik dengan historikal Bumiputera. Selain sejarah panjang lebih dari 100 tahun berdiri, calon investor juga tertarik dengan segmen garapan Bumiputera yang menyasar guru, nelayan, atau petani. Segmen menengah ke bawah itu dinilai cukup potensial untuk lebih lanjut digarap bersama.

"Terpenting adalah nama Bumiputera ini, jaringannya, dan sektor yang disasar adalah menengah kebawah. Terus terang banyak dari pemegang polis kita adalah para rakyat kecil seperti guru, petani, atau nelayan. Ini yang menarik dan mungkin tidak dimiliki perusahaan asuransi yang lain," ungkap dia.

Jaka yang saat ini telah masuk manajemen Bumiputera menerangkan, calon investor itu meminta Bumiputera untuk lebih dulu mengikuti regulasi yang ada. Sebab, dukungan pemerintah dan regulasi akan sangat berpengaruh dengan komitmen jangka panjang yang direncanakan perusahaan dengan calon investor.

Rencananya, sambung Jaka, setelah ada niat baik dari Bumiputera untuk berbenah, pihak investor lekas mengumpulkan dana di AS untuk menggencarkan ekspansi ke Indonesia lewat Bumiputera.

"Rencana mereka bahkan akan membawa Bumiputera ke ranah internasional. Mereka komitmen sekali untuk bisa kerja sama dengan Bumiputera. Kalau bicara kapan? Maka kita juga melihat waktu selesainya penyelenggaraan RUA. Jadi proses pemilihan RUA dan ditindaklanjuti dengan pemilihan direksi dan komisaris. Itu nanti akan diikuti rancangan penyelamatan dan penyehatan Bumiputera. Jadi awal tahun depan diharapkan bisa berprogres dengan investor, dan bisa mulai membayar klaim. Kita optimis sekali dengan investor kali ini," papar dia.

Di sisi lain, Investor Daily juga berupaya menghubungi Komisaris Bumiputera Nurhasanah dan Direktur Utama Bumiputera Faizal Karim, beserta sejumlah pihak terkait lainya. Namun, sampai berita ini diolah, Investor Daily belum mendapat respons atas pernyataan Jaka tersebut.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN