Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dan jarum suntik dengan latar belakang logo Pfizer dan BioNTech, pada 23 November 2020. ( Foto: Joel Saget / AFP  )

Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dan jarum suntik dengan latar belakang logo Pfizer dan BioNTech, pada 23 November 2020. ( Foto: Joel Saget / AFP )

Vaksin Covid-19 Dorong Optimisme Pasar Uang

Jumat, 4 Desember 2020 | 09:46 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri mengatakan bahwa perkembangan vaksin anticorona telah mendorong optimism pasar, termasuk pasar uang.

Vaksin Moderna dan Pfizer yang mulai didistribusikan di AS dan Eropa akhir tahun ini, menurut Rully sangat mempengaruhi pasar.

Perkembang vaksin sejak November sudah terasa, ketika pertama kali Pfizer mengumumkan  perkembangan positif, tren dalam sebulan terakhir , tidak hanya rupiah juga emerging market lainnya. Selain pilpres AS, perkembangan vaksin mempengaruhi emerging market.

“Vaksin memang kunci utama, terasa sekali optimism pasar terkait perkembangan vaksin. Diharapkan vaksinasi bisa dipercepat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi ke depan,” ujar Rully Arya dalam sambungan telepon dengan BeritaSatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (4/12/2020).

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Sementara terkait rupiah, Rully mengatakan sepanjang pekan ini masih konsisten bergerak di kisaran Rp 14.100 sampai dengan Rp 14.160.

“Sampai dengan minggu depan masih belum banyak ada pergerakan yang signifikan untuk rupiah. Melihat tren pergerakan rupiah terhadap dolar beberapa pekan terakhir kisarannya masih ada di 14.000-14.500,” jelas.

Mengenai data inflasi November sebesar 0,28%, Rully menilai hal itu memiliki pengaruh terhadap rupiah. Inflasi menurut dia, merupakan salah satu indikator yang high impact terhadap pergerakan pasar, termasuk nilai tukar rupiah.

“Inflasi masih konstan di bawah level target Bank Indonesia  di kisaran 2-4%. Ini memberikan  ruang untuk kebijakan yang tetap akomodatif,” katanya.

Sampai dengan akhir tahun, lanjut Rully, beberapa bulan awal di tahun 2021 diperkirakan inflasi masih konsisten di bawah 2% karena kondisi yang masih lemah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN