Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Visa Back to Business Outlook 2021

Visa Back to Business Outlook 2021

VISA: 82% UMKM Adopsi Teknologi Digital Baru

Kamis, 14 Januari 2021 | 18:52 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Seiring pandemi COVID-19 yang melanda hampir satu tahun ini serta peran teknologi pembayaran digital yang semakin esensial di seluruh dunia, pergeseran perilaku konsumen terlihat semakin permanen memasuki tahun 2021. Dalam edisi ketiga studi global bertajuk "Visa Back to Business Study - 2021 Outlook", Visa menemukan bahwa transformasi usaha kecil dan mikro ("UKM") ke arah perdagangan digital akan terus berlanjut di tahun baru ini. Sejumlah area semakin menjadi perhatian seperti keamanan, pencegahan penipuan, dan fitur pembayaran yang makin umum seperti 'buy now, pay later’ serta penerimaan pembayaran mobile.

Berdasarkan studi tersebut, pada akhir tahun 2020, 82% UKM yang disurvei mengungkapkan bahwa mereka beranjak mengadopsi teknologi digital baru untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen. Menyambut tahun 2021, para pelaku UKM ini semakin mempertimbangkan sejumlah teknologi pembayaran yang dinilai vital dalam memenuhi ekspektasi konsumen saat ini, di antaranya software manajemen keamanan dan penipuan (47%), penerimaan pembayaran nirsentuh/contactless atau mobile (44%), pemrosesan pembayaran melalui perangkat mobile (41%), fitur pembayaran cicilan atau ‘buy now, pay later’ (36%) dan teknologi backend pembayaran digital (31%).

“Berkaca dari tahun 2020, kami melihat bahwa pengalaman pembayaran digital, seperti contactless dan eCommerce, paling diminati akibat dorongan kebutuhan masyarakat dan telah semakin beranjak menjadi kebiasaan sehari-hari”, ungkap Kevin Phalen, global head of business solutions, Visa dalam siaran pers yang diterima redaksi (14/1).

“Apabila tahun 2020 merupakan era pembayaran contactless dan eCommerce, hasil studi ini memberitahu kita bahwa tahun 2021 akan semakin menegaskan isu keamanan dan pencegahan penipuan, serta uji coba lebih banyak lagi perangkat perdagangan digital baru yang dapat membantu bisnis bertumbuh,” ujarnya.

Semua negara yang disurvei telah mengadopsi teknologi pembayaran baru secara cepat dan perubahan perilaku konsumen terkait perdagangan. Temuan tambahan dari studi di Brasil, Kanada, Jerman, Hong Kong, Irlandia, Rusia, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), dan Amerika Serikat, menyoroti besarnya dampak dari tahun 2020 dan ekspektasi untuk tahun 2021.

Pemulihan bisnis UMK disebutkan akan dimulai pada tahun 2021. Salah satunya adalah lewat pembayaran contactless mengalami peningkatan secara global pada tahun 2020, seiring perilaku konsumen yang mencari cara membayar lebih aman di tengah pandemi. Faktanya, pada bulan Juni 2020, hanya 20% UKM yang menawarkan pembayaran contactless untuk pertama kalinya. Saat ini, 39% UKM mengungkapkan telah menerima pembayaran digital baru. Hampir tiga dari empat (74%) UKM berharap konsumen akan terus memilih pembayaran contactless bahkan setelah vaksin COVID-19 tersedia luas.

Sebanyak 52% pelaku usaha yang paham teknologi disebut berpotensi besar untuk berinvestasi di teknologi keamanan dan pencegahan penipuan dibandingkan dengan pelaku usaha baru (39%). Memahami pentingnya mengantisipasi dan merespon potensi penipuan akan terus menjadi keunggulan di tahun 2021 seiring dengan pergeseran menuju penjualan digital terus berlanjut. Terlepas dari kekhawatiran yang ada, tingkat penipuan secara global tetap berada di posisi terendah, sekitar $0,007 untuk setiap $ 1,00.

Di tahun 2021, diperoleh persepsi akan tumbuh kebiasaan baru bagi konsumen. Sebut saja dengan cepatnya konsumen menempatkan protokol kesehatan sebagai prioritas saat berbelanja, yang memicu peralihan pesat ke perdagangan yang minim kontak fisik. Dua pertiga (65%) konsumen yang disurvei menyatakan lebih memilih menggunakan pembayaran contactless sesering mungkin dan hanya 16% yang mengatakan akan kembali ke metode pembayaran konvensional pasca pandemi.

Di tahun ini, pembeli mulai lebihmenyadari pentingnya keselamatan. Konsumen juga tertarik dengan alternatif pembayaran selain uang tunai, tanda tangan, dan mengetik PIN. Sebanyak 47% konsumen mengatakan mereka tidak akan berbelanja di toko yang tidak menawarkan pembayaran contactless. Persoalan kebersihan kartu juga tetap menjadi fokus utama konsumen dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Lebih dari tiga dari lima (62%) konsumen mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kebersihan kartu kredit mereka, seperti menggunakan disinfektan pada kartu (31%).

Sebagai pendukung jalannya perdagangan yang terpercaya, Visa, kata Kevin Phalen, akan terus memperkenalkan program dan sumber daya baru untuk meningkatkan komitmennya memberdayakan 50 juta UKM secara digital. Setelah Visa Street Teams mengunjungi lebih dari 300.000 usaha kecil di 12 negara untuk menyediakan modul "back to business" pada tahun 2020, versi virtual dari program bertajuk The Virtual Breakroom: Back to Business Learning Series ini kini tersedia secara online untuk membekali setiap UKM dengan tutorial pembayaran contactless, pengembangan bisnis online, dan manajemen pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN