Menu
Sign in
@ Contact
Search
WanaArtha Life. Foto: IST.

WanaArtha Life. Foto: IST.

Waduh, Polisi Temukan Hasil Kejahatan Pemegang Saham WanaArtha Life Rp 850 Miliar

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:12 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemegang saham PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) diduga menikmati hasil kejahatan yang ditaksir mencapai Rp 850 miliar. Hal itu berupa pengurangan jumlah polis dan nilai premi, penggunaan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi, sampai kebijakan investasi yang menimbulkan kerugian menjadi cara menggelapkan dana perusahaan.

"Keuntungan yang dinikmati pemegang saham kurang lebih Rp 850 miliar dan masih terus bertambah seiring dengan fakta-fakta yang terus ditelusuri," terang Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Dia menjelaskan, MA sebagai salah satu pemegang saham atau pemilik Wanaartha yang telah ditetapkan sebagai tersangka menjalankan modus (actus reus dan mens rea) dengan memerintahkan dua orang yang bertugas di bagian keuangan yaitu TK dan bagian operasional YM. Mereka menjadi penanggung jawab keuangan perusahaan sejak tahun 2012 hingga awal tahun 2020.

Baca juga: Bareskrim Tetapkan Tujuh Orang Tersangka Kasus Wanaartha Life

TK dan YM diperintahkan melakukan pengurangan nilai premi atau jumlah polis. Sehingga tindakan tersebut berdampak risk base capital (RBC) Wanaartha Life yang melonjak dan mencatatkan keuntungan perusahaan meningkat. Kemudian, MA yang juga pemegang saham PT Fadent Consolidated Companies (PT FCC), perusahaan yang tercatat sebagai pemegang saham pengendali pada WanaArtha Life, ikut bertindak sebagai karyawan kontrak dengan perjanjian PKWT sebagai ahli investasi. Posisi tersebut diduga memungkinkan MA dapat mengendalikan dari dalam dan memanfaatkan keuangan WanaArtha Life untuk kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, Nurul menerangkan, pihaknya menemukan bukti dividen yang diterima oleh PT FCC meningkat secara bertahap mulai dari tahun 2012. Seiring dengan bertambahnya pengurangan data polis yang dilakukan oleh MA dan kawan-kawan. Ini tercermin dari data yang memaparkan bahwa premi tahun 2019 yang seharusnya dilaporkan sekitar Rp 13 triliun dengan sekitar 28 ribu polis, tapi premi dilaporkan hanya Rp 3 triliun. Sementara pada 2018 premi dalam laporan keuangan dicatatkan sebesar Rp 7,5 triliun.

"Hal tersebut mengakibatkan dividen yang harus diberikan WanaArtha Life kepada PT FCC meningkat secara signifikan sekitar Rp 450 miliar," jelas Nurul.

Tidak sampai disitu, MA bersama EL, dan RF sebagai pemegang saham juga diketahui fakta menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Mereka diduga menggunakan dana WanaArtha Life untuk kebutuhan entertainment, perjalanan, hotel, dan lain-lain dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp 200 miliar. MA yang punya kendali dalam pengelolaan investasi menggunakan nasamanya sendiri dan atas nama PT FCC untuk melakukan transaksi saham WanaArtha Life. Salah satu saham dari 16 saham yang ditransaksikan tersebut memiliki kode BEKS dengan nilai total transaksi sekitar Rp 1,4 triliun.

Baca juga: Wanaartha Life Beberkan Negosiasi Calon Investor Baru Sudah dari 50%

"Dalam transaksi saham BEKS yang terjadi antara WanaArtha Life dengan MA dan PT FCC tersebut mengakibatkan WanaArtha Life menderita kerugian senilai Rp 196 miliar yang menjadi keuntungan baik MA maupun PT FCC," beber Nurul.

Untuk langkah selanjutnya, kata dia, Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri akan mengajukan cekal. Termasuk menerbitkan DPO dan Red Notice terhadap tersangka yang tidak kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan. "Dalam pelaksanaanya penyidik akan bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional Polri (Interpol) dan meminta bantuan dari Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melakukan pelacakan keberadaan tersangka yang tidak kooperatif tersebut," pungkas Nurul.

Bareskrim Polri menetapkan tujuh orang tersangka terkait dugaan tindak pidana pemalsuan data dan penggelapan premi di PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) pada Senin (1/8). Adapun pemilik dan manajemen perseroan terseret dalam kasus tersebut. Ketujuh pihak yang dimaksud adalah YYM yang juga menjabat sebagai mantan presiden direktur WanaArtha Life dan DM yang merupakan mantan direktur keuangan WanaArtha Life. Kemudian MAP sebagai mantan komisaris utama dan mantan direktur utama yakni ELF yang merupakan pemilik perusahaan. Selain itu, terdapat tiga nama lainnya yakni RP, TK, dan YM.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com