Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Wamen BUMN Sebut UMKM Dorong Pertumbuhan Kredit Kuartal IV

Selasa, 20 Oktober 2020 | 22:49 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memproyeksi pertumbuhan kredit perbankan akan meningkat pada kuartal IV ini. Pertumbuhan akan didorong oleh segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, peningkatan permintaan kredit terlihat dari realisasi penyaluran kredit empat bank pelat merah dan bank lainnya dari penempatan dana pemerintah yang menunjukkan hasil signifikan, di mana mayoritas kredit diberikan kepada UMKM. Dengan begitu, diperkirakan pada kuartal keempat ini akan mendorong pertumbuhan kredit industri perbankan lebih baik.

"Penempatan dana di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan swasta, saat ini dari pagu Rp 78 triliun realisasi Rp 64 triliun, Himbara sudah leverage 3 kali lipat. Sehingga kredit September-Oktober ini menunjukan geliat ekspansi, penempatan dana itu juga create pertumbuhan signifikan, diharapkan kuartal IV pertumbuhan kredit kembali ke teritori positif lagi," jelas Tiko, sapaan akrab Kartika dalam Capital Market Summit & Expo 2020, Selasa (20/10).

Kartika Wirjoatmodjo. Foto IST
Kartika Wirjoatmodjo. Foto IST

Tiko juga menyebut,  telah melakukan restrukturisasi kredit mencapai Rp 471 triliun kepada 3,7 juta debitur baik segmen UMKM maupun debitur korporasi. Sedangkan, untuk saat ini restrukturisasi yang dilakukan perbankan sudah menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan, karena UMKM mulai bangkit kembali.

"Selama PSBB Maret terjadi lonjakan signifikan restrukturisasi April-Mei-Juni. Di Oktober ini turun signifikan hampir tidak ada di 4 bank Himbara," ungkap Tiko.

Menurut dia, segmen UMKM lebih cepat bangkit kembali karena dibantu dengan berbagai stimulus dari pemerintah dan regulator.

"Pengusaha terdampak Covid-19 sudah recovery diikuti dengan kredit baru yang meningkat, walaupun bukan debitur baru, tapi debitur eksisting yang menambah modal kerja," kata Tiko..

Pihaknya menilai, untuk segmen korporasi atau pengusaha besar saat ini memang masih belum ekspansi karena menunggu waktu yang tepat. Di sisi lain, UMKM sudah mulai kembali menambah kredit modal kerjanya di bank.

"Di Himbara kita yakini pengusaha yang butuh modal kerja mulai terjadi, ini ditunjukkan dari restrukturisasi yang melambat dan diikuti permintaan kredit dari eksisting debitur UMKM. Kalau korporasi masih wait and see sampai ada vaksin yang terealisasi," sambung dia.

Adapun, untuk UMKM terdapat sektor-sektor yang masih menambah kredit modal kerjanya, seperti sektor pertanian.

"Karena di daerah-daerah dampak Covid tidak terlalu signifikan, ini membuat lonjakan signifikan kredit baru. Indonesia dengan geografis luas ada yang tidak terdampak, seperti di BRI, daerah rural tidak terdampak, kredit agrikultur tetap meningkat, ekspor pertanian juga meningkat," terang Tiko.

Pihaknya menambahkan, sektor-sektor yang masih terdampak signifikan antara lain segmen ritel, restoran, dan perhotelan. Diharapkan pasca Covid-19 sektor-sektor tersebut kembali pulih lagi untuk mengungkit perekonomian.

"Kami optimistis dari data bank, keyakinan pengusaha itu baik, tahun 2021 selain mendorong tingkat konsumsi, dorong kredit, juga investasi baru dari pelonggaran dan insentif di bawah omnibus law," pungkas Tiko.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN