Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zurich berkomitmen hadir di Indonesia untuk memberikan solusi perlindungan yang inovatif, terdepan dan tepat sasaran.

Zurich berkomitmen hadir di Indonesia untuk memberikan solusi perlindungan yang inovatif, terdepan dan tepat sasaran.

Zurich Soroti Risiko Kesehatan Mental Generasi Muda Akibat Pandemi

Kamis, 4 Maret 2021 | 04:47 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Zurich Insurance Group (Zurich) menyoroti risiko jangka panjang dari kesehatan mental generasi muda akibat pandemi Covid-19. Risiko itu pada akhirnya juga merimbas pada kesenjangan digital hingga peluang penting terkait prospek ekonomi.

Direktur Utama Adira Insurance yang juga bagian dari Zurich Group Hassan Karim menerangkan, Selama lebih dari 10 tahun, Zurich telah bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF) untuk meninjau risiko-risiko global dengan dampak yang paling besar, paling mendesak, dan paling mungkin terjadi. Tahun ini, ditemukan bahwa pandemi telah menghadapkan generasi muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia pada tantangan yang sangat besar.

"Kualitas hidup generasi muda merupakan hal yang sangat penting, mengingat bahwa merekalah yang akan memimpin negeri ini pada 20 hingga 30 tahun mendatang. Dengan Visi Generasi Emas Indonesia 2045, situasi ini menjadi kian menantang dan semakin penting untuk ditangani," kata dia, Rabu (3/3).

Adira Insurance melalui produk Arthacillin siap memberikan perlindungan bagi tempat usaha. ( Foto ilustrasi: Istimewa )
Adira Insurance melalui produk Arthacillin siap memberikan perlindungan bagi tempat usaha. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Dia menyatakan, pandemi menyebabkan jumlah pengangguran meningkat setidaknya terhadap 3,5 juta orang di Indonesia. Mengutip Laporan Risiko Global 2021, pelajar yang baru lulus dan mulai memasuki dunia kerja di tengah krisis ekonomi cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan kerja mereka lainnya.

"Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 tahun dapat menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 2% secara permanen di masa mendatang. Mereka yang masih duduk di bangku sekolah juga kehilangan berbagai kesempatan yang dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, prestasi akademik, serta keterampilan sosial mereka akibat absennya proses belajar tatap muka selama satu tahun," papar Hassan.

Dalam jangka panjang, kata daia, hal itu dapat mempersulit para pelajar untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan. Tertawa melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi atau bahkan untuk mendapatkan pekerjaan ketika mereka lulus.

Masalah pengangguran juga berpotensi bisa menjadi semakin serius dengan meningkatnya kesenjangan digital yang muncul selama pandemi, meskipun pandemi mempercepat digitalisasi serta membuka peluang baru. Masalah lainnya, infrastruktur digital masih belum merata, yang pada akhirnya menimbulkan kesenjangan untuk menghasilkan SDM terampil. Hal itu berpotensi juga bagi timpangnya daya saing di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Laporan Risiko Global 2021 turut mencatat bahwa prospek ekonomi dan pendidikan yang terbatas cenderung memperburuk tingkat stres yang dialami oleh anak muda. Didapati 80% anak muda di seluruh dunia mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi. Meskipun dampaknya tidak terlihat secara langsung, situasi itu adalah masalah yang sangat penting untuk ditangani karena  akan menentukan kualitas pemimpin masa depan dan penggerak ekonomi bangsa.

"Dalam menangani risiko serius ini, Zurich percaya bahwa investasi terhadap upaya peningkatan keterampilan dan pelatihan sumber daya manusia di usia muda, perlindungan yang memadai bagi generasi muda, serta penanganan kondisi kesehatan mental perlu dilakukan dan harus menjadi fokus dalam proses pemulihan pasca pandemi. Selain itu, generasi muda juga harus memiliki saluran di mana mereka dapat bersuara dan memberikan kontribusi dalam pemulihan global untuk masa depan mereka," terang Hassan.

Terlepas dari itu, kata Hassan, keberhasilan proses pemulihan fenomena tersebut terletak pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Berbagai pemangku kepentingan harus bekerja sama dan berinvestasi pada lebih banyak pelatihan kejuruan dan pelatihan di tempat kerja, serta pengembangan teknologi pendidikan yang disertai dengan adaptasi infrastruktur fisik.

"Situasi ini adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara individual. Sebagai perusahaan asuransi global, Zurich mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dan mencari solusi, serta mencegah bencana masa depan bagi anak-anak kita," tegas dia.

Hassan menambahkan, pihaknya memahami bahwa anak muda Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Maka, solusinya pun harus dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Dengan keahlian global Zurich dalam manajemen risiko, pihaknya siap untuk mengambil bagian dalam memberdayakan generasi mendatang untuk mewujudkan masa depan yang lebih tangguh.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN