Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

2020, Akumulasi Pembiayaan Fintech P2P Lending Diproyeksi Capai Rp 150 Triliun

Kamis, 26 Desember 2019 | 09:26 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksi akumulasi penyaluran pembiayaan industri fintech P2P lending mencapai Rp 140-150 triliun, atau meningkat dua kali pada 2020. Proyeksi itu juga akan diikuti pertumbuhan dua kali pada sisi pemberi pinjaman (lender) dan penerima pinjaman (borrower).

"Kami cukup optimis tahun depan menyalurkan pembiayaan dua kali dari yang sudah ada. Kami optimis bisa Rp 140-150 triliun sampai akhir tahun 2020," kata Kepala Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan statistik Otortitas Jasa Keuangan (OJK), sampai Oktober 2019 akumulasi pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 68 triliun. Nilai itu meningkat 200,01% secara year to date (ytd). Jumlah tersebut memiliki outstanding pembiayaan sebesar Rp 11,19 triliun atau meningkat 121,76% (ytd).

Sebagai perbandingan, akumulasi pembiayan pada Desember 2017 baru mencapai sebesar Rp 2,56 triliun. Pencapaian akumulasi pembiayaan pada Desember 2018 meroket menjadi sebesar Rp 22,67 triliun atau naik delapan kali dibanding 2017. Untuk pencapaian diakhir 2019, AFPI memproyeksi akumulasi pembiayaan bisa lebih dari Rp 70 triliun.

Dia mengungkapkan, penyaluran pembiayaan yang lebih agresif tentu akan diikuti peningkatan jumlah lender. Apalagi saat ini dari 144 penyelenggara terdaftar, 25 diantaranya telah mengantongi izin dari OJK. Hal tersebut memengaruhi tingkat kepercayaan pada masyarakat serta stakeholder untuk mau berinvestasi di industri fintech P2P lending.

Di samping itu, kata Tumbur, adanya perlambatan ekonomi pada 2020 tidak berpengaruh banyak pada industri yang menyasar segmen unbankeble dan underserved tersebut. Sehinga laju peertumbuhan bisnis industri tidak bakal terdampak banyak dengan situasi ekonomi nasional atau global sekalipun.

Menurut dia, pertumbuhan dua kali juga akan terjadi pada sisi jumlah borrower. "Kalau borrower juga bisa dua kali lipat, karena kami akan agresif dan selalu agresif," ungkap Tumbur.

Hingga Oktober 2019, jumlah akumulasi rekening lender mencapai 578.158 entitas atau meningkat 178,62% (ytd). Sedangkan jumlah akumulasi rekening borrower mencapai 15,99 juta entitas atau tumbuh 266,71% (ytd).

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN