Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Co Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi pada  pemaparan  kinerja  2020 secara virtual di Jakarta, Rabu (3/3). (Foto: Prisma Ardianto)

Co Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi pada pemaparan kinerja 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu (3/3). (Foto: Prisma Ardianto)

2020, Fasilitas Pembiayaan Investree Capai Rp 8,3 Triliun

Senin, 15 Februari 2021 | 22:54 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Investree Radhika Jaya (Investree) menyampaikan total fasilitas pembiayaan hingga akhir 2020 mencapai Rp 8,3 triliun. Penyaluran pada sektor produktif tercatat sebesar Rp 5,7 triliun dengan rasio kualitas pembiayaan yang relatif terjaga diatas rata-rata industri.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, komitmen perseroan tetap tinggi dalam membantu UKM Indonesia di tengah masa pandemi yang penuh tantangan. Investree yang kini telah berevolusi menjadi solusi bisnis digital terintegrasi terus berupaya menyediakan pembiayaan bagi UKM lewat teknologi informasi.

"Kami tidak pernah berhenti memberikan dukungan akses pembiayaan kepada UKM di Tanah Air. Hingga Desember 2020, total fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Investree sebesar Rp 8,3 triliun," ungkap Adrian melalui keterangan tertulis, Senin (15/2).

Selain itu, sambung dia, Investree telah mencairkan pembiayaan sebesar Rp 5,7 triliun atau tumbuh 29% dibandingkan 2019 khusus untuk pinjaman produktif. Nilai tersebut ekuivalen dengan 10,5% dari total pembiayaan yang tersalurkan di Indonesia.

"Saat ini, loan outstanding yang ada di Investree adalah sebesar Rp 835 miliar. Sekitar 15,6% dari total loan outstanding nasional. Kedua angka tersebut menunjukan Investree masih unggul dibandingkan para kompetitor," lanjut Adrian.

Dengan pencapain tersebut, Investree juga mampu mempertahankan kinerja pembiayaan atau financing performance dengan baik. Perusahaan mencatatkan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) di level 98,5% atau sama dengan NPL 1,5%.  “Karena strategi Investree yang solid, berfokus pada pembiayaan rantai pasokan serta pemeliharaan risiko, kami berhasil mempertahankan angka TKB 90 di atas rata-rata nasional yakni 95,22% atau NPL 4,8%,” jelas Adrian.

Dia menuturkan, pada 2021 Investree telah menyiapkan strategi jitu yang mampu memberikan kontribusi lebih kepada UKM Indonesia. Diantaranya adalah strategi dengan memperkuat kolaborasi dengan mitra ekosistem. Kemudian, perseroan turut meningkatkan kemampuan credit scoring, dan melakukan inovasi pada proses bisnis.

"Kami sangat berharap strategi yang disiapkan untuk 2021 dapat membangkitkan UKM Indonesia selama dan pasca pandemi," demikian kata Adrian.

Pendekatan kolaborasi yang dilakukan salah satunya memperluas kerjasama dengan SIPLah Blibli.com dan DealPOS. Mengusung kampanye #KembaliTumbuh, Investree menawarkan keuntungan kepada para penerima pinjaman (borrower) baru yang berasal dari merchant-merchant tersebut berupa akses pembiayaan lebih mudah dan cepat melalui platform SIPLah Blibli.com dan DealPOS.

Di sisi lain, perseroan juga mengaku akan memperbanyak porsi pemberi pinjaman institusi (lender institusi) dalam rangka menguatkan dukungan pembiayaan bagi UKM. Saat ini, kerjasama itu telah terjalin dengan perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Danamon, dan Bank Mandiri.

Selain itu juga terdapat pemain internasional seperti Accial Capital dan GMO Payment Gateway. Lalu bank daerah seperti Bank SulutGo dan BPR Supra Artapersada, serta layanan keuangan lainnya seperti Indosurya Finance dan Saison Modern Finance.

Perseroan menawarkan imbal hasil hingga 20% p.a untuk lender institusi melakukan diversifikasi portofolio perusahaan. Adapun manfaat lainnya adalah opsi pinjaman dengan risiko terukur, fasilitas akses terhadap pinjaman-pinjaman berkualitas, hak istimewa untuk memilih pinjaman sesuai dengan profil risiko perusahaan, 100% online, dan tersedia dalam skema syariah sehingga perusahaan dapat mendanai sesuai dengan preferensinya.

Terkait dengan dukungan pembiayaan melalui lender Institusi itu, Investree turut mendigitalisasi ekosistem. Terutama terkait dengan menghadirkan fitur-fitur pendukung dan bekerja sama dengan platform lain seperti e-commerce, e-procurement, dan financial aggregator sehingga jejak digital UKM dapat terlihat.

"Kami membuka pintu kerja sama yang seluas-luasnya kepada seluruh Calon Lender Institusi. Investree yakin, dengan bersinergi dengan semakin banyak perusahaan besar, kita bisa membuat lebih banyak UKM yang terbantukan, tumbuh, dan berdaya di segala kondisi krisis. Hal ini juga diharapkan selaras dengan cita-cita inklusi finansial yang ingin kita capai di Indonesia," pungkas Adrian.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN