Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama AdaKami Bernardino M Vega Jr pada konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2). Foto:Investor Daily/Prisma Ardianto

Direktur Utama AdaKami Bernardino M Vega Jr pada konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2). Foto:Investor Daily/Prisma Ardianto

2021, AdaKami Bidik 4 Juta Pelaku Ekonomi Riil

Kamis, 18 Februari 2021 | 20:52 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Penyelenggara fintech p2p lending AdaKami menargetkan empat juta pelaku ekonomi riil di tahun 2021. Jumlah itu menjadi bagian dari proyeksi 10 juta peminjam terdaftar dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 12 triliun.

Direktur Utama AdaKami Bernardino M. Vega Jr menyampaikan bahwa tahun 2020 adalah tahun perjuangan untuk semua. Namun pihaknya bersyukur bahwa AdaKami berhasil memupuk kepercayaan masyarakat di tengah masa pandemi ini dan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang memerlukan.

"Memasuki tahun 2021 ini kami ingin lebih banyak berkontribusi untuk memperkecil credit gap antara masyarakat yang masih unbankable untuk bisa menjadi bankable. Melalui pemanfaatan fintech p2p  lending, masyarakat yang masih unbankable dapat membangun portofolio yang cukup untuk kedepannya bisa menjadi bankable,” ungkap Dino melalui siaran pers, Kamis (18/2).

Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan pada webinar berjudul Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (17/2). (Prisma Ardianto/Investor Daily)
Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan pada webinar berjudul Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (17/2). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Di samping itu, Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech di Otoritas Jasa Keuangan Munawar Kasan menyampaikan, fintech lending memang hadir untuk masyarakat kecil yang masih unbankable.

Secara pertumbuhan di tahun 2020, industri ini termasuk yang sangat baik dibandingkan dengan industri lain, dengan pertumbuhan 26,47% (yoy) dengan lebih dari 45 juta rekening borrower.

Kemudian, sambung dia, fintech lending turut berkontribusi dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Lalu terkait program PEN, jumlah sampai Desember 2020 sebesar Rp 262,16 miliar, ada 48.629 rekening pinjaman penyaluran PEN. Tentunya adalah fintech p2p lending resmi dibawah pengawasan OJK," ungkap Munawar.

Sementara itu, industri fintech lending berhasil memfasilitasi restrukturisasi pembiayaan hingga Rp 681,17 miliar hingga akhir 2020. Nilai itu mencakup 95,72% dari total nilai pembiayaan yang diajukan oleh para penerima pinjaman (borrower) dan telah setujui pemberi pinjaman (lender).

"Kami bersyukur ada sekitar 302 ribu lebih peminjam yang mengajukan restrukturisasi dengan nilai pinjaman sebesar Rp 711,65 miliar. Dan realisasinya itu sebesar 95,72%. Data itu yang kami peroleh dari AFPI atas survei terakhir untuk akhir Desember 2020," kata Munawar.

Dia mengungkapkan, pihaknya menyambut baik persentase persetujuan yang hampir menyentuh angka 96% itu. Sebba, hal tersebut tentu tidak terlepas dari kontribusi fintech lending yang berkenan untuk memfasilitasi permintaan borrower dan kerelaan lender karena pengembalian dananya mesti lebih dulu melalui tahap restrukturisasi.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN