Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Moses Lo

Moses Lo

Raih Pendanaan US$ 150 Juta, Xendit Jadi Unicorn Payment Gateway Pertama Indonesia  

Rabu, 15 September 2021 | 17:57 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Xendit meraih pendanaan Seri-C senilai Rp 2,1 triliun (US$ 150 juta), menjadikannya perusahaan rintisan teknologi (startup) unicorn fintech payment gateway pertama di Indonesia. Putaran pendanaan ini dipimpin Tiger Global Management dengan partisipasi dari investornya saat ini, yaitu Accel, Amasia, dan Goat Capital yang dimiliki Justin Kan.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Xendit, Moses Lo mengungkapkan, dana segar itu akan digunakan perusahaan untuk terus berinovasi pada berbagai produk, termasuk dalam rangka ekspansi di negara-negara terpilih di Asia Tenggara.

“Asia Tenggara merupakan pasar yang sangat menarik bagi pertumbuhan inovasi dan disrupsi, terutama karena 70% dari 580 juta populasi di Asia Tenggara saat ini sudah merambah ke dunia online,” kata Moses pada konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (15/9).

Pada 2021, menurut Moses Lo, nilai ekonomi digital di Asia Tenggara akan melebihi US$ 100 miliar, dan diproyeksikan meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 300 miliar pada 2025. 

"Kami sedang melihat pergeseran besar-besar ke ranah digital yang dilakukan hampir semua pelaku usaha, baik pemilik toko kecil di Instagram, sampai perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia. Semua bisnis kini harus bisa hadir secara digital,” ujar dia.

Dia menjelaskan, infrastruktur pembayaran digital Xendit memungkinkan para pelaku usaha baru di Asia Tenggara dapat menerima pembayaran lebih cepat. Perusahaan juga mendukung perusahaan besar dengan layanan finansial modern kelas dunia.

Co-Founder & Chief Operating Officer (COO) Xendit, Tessa Wijaya menuturkan, Xendit mampu membangun solusi-solusi yang menjadi terobosan baru di pasar. Solusi Xendit di antaranya merancang solusi yang sangat terlokalisasi di Indonesia, negara yang terdiri atas 17.508 pulau dengan beragam kebutuhan pelanggan.

Xendit, kata Tesssa, juga menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan dan dapat beradaptasi dengan cepat, mengikuti dinamika di Asia Tenggara. 

"Xendit mencatatkan peningkatan total volume pembayaran lebih dari 200% year over year  (yoy) di Indonesia dan Filipina, melanjutkan rekam jejak kami yang tumbuh lebih dari 10% dari bulan ke bulan, sejak awal pendirian kami," tegas Tessa.

Dia menambahkan, status startup unicorn (valuasi  minimal US$ 1 miliar) bagi Xendit bakal membantu memperkuat misi yang sejak awal menjadi pegangan perusahaan. "Yaitu untuk menyediakan infrastruktur keuangan yang andal dan aman bagi jutaan perusahaan di Asia Tenggara, serta membantu para pelaku bisnis untuk tumbuh dan maju bersama ekonomi digital yang sedang berkembang," papar dia.

Sebelumnya, Xendit mengumumkan pendanaan Seri B yang dipimpin Accel pada Maret 2021. Secara total, Xendit telah menggalang Rp 3,4 triliun (US$ 238 juta) sejak 2015. Xendit adalah startup teknologi Indonesia pertama yang lulus dari program inkubator YCombinator dan merupakan perusahaan Asia Tenggara terbaik dalam daftar YC Top 100.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN