Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fesyen Muslim Indonesia

Fesyen Muslim Indonesia

Momen Lonjakan Omzet Berlalu, Pelaku Usaha Fesyen Disarankan Lakukan Tips Berikut

Jumat, 13 Mei 2022 | 09:52 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Momen Ramadan dan Idulfitri menjadi booster bagi pertumbuhan bisnis fesyen.  Hal ini tampak pada volume transaksi layanan Zilingo yang tumbuh hingga 75% dibandingkan tahun lalu.

Kini, momen Ramadan dan Idulfitri telah berlalu, untuk itu pelaku usaha yang telah berhasil memanfaatkan momen itu didorong untuk melakukan langkah antisipasi terjadinya penurunan omzet penjualan setelah hari raya, baik dalam jumlah kecil maupun besar.

“Sebab, lonjakan permintaan selama Ramadan hingga jelang lebaran merupakan dampak dari perubahan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kebutuhan usai Idulfitri umumnya kembali seperti semula,’ papar Kang Ay Lie selaku Head of Commerce Zilingo Indonesia, sebagaimana pernyataan yangn dikutip Jumat, (13/5/2022).

Terakit hal ini, Zilingo merangkum beberapa tips agar bisnis yang telah berkembang bisa bertahan setelah mengalami lonjakan transaksi dalam momen Ramadan dan Idulfitri, yaitu:

1. Mengelola Keuangan dengan Bijak

Omzet penjualan yang naik signifikan sebaiknya dilihat sebagai akselerasi dalam perkembangan usaha Anda. Lonjakan permintaan seperti saat jelang hari raya tidak datang sepanjang tahun.

“Jika usaha Anda telah sukses memanfaatkan momen Ramadan hingga jelang lebaran untuk mendulang keuntungan, maka mulailah mengelola hasil penjualan dengan bijak. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika omzet menurun setelah hari raya berakhir. Keuntungan selama Ramadan bisa dialokasikan ke berbagai kebutuhan bisnis, seperti pembayaran biaya operasional hingga dana darurat,” urainya.

2. Melunasi Pinjaman Modal

Dalam menjalankan usaha, tidak jarang pemilik usaha perlu mengajukan pinjaman modal untuk mendukung operasional bisnisnya. Hal ini sah-sah saja selama dana yang dipinjam menjadi utang yang produktif.

Prioritaskan pengembalian pinjaman modal setelah usaha Anda memperoleh keuntungan. Utamakan untuk melunasi pinjaman yang menerapkan bunga, biaya tambahan, dan tanggal jatuh tempo terdekat. Sehingga tidak membebani bisnis di masa mendatang.

3. Menyiapkan Dana Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha sebaiknya menjadi salah satu prioritas setelah Anda mengalami peningkatan omzet penjualan selama Ramadan. Hal ini menjadi salah satu cara agar usaha yang telah berjalan tetap tumbuh. Pengembangan usaha bisa dilakukan dengan menyusun strategi produksi hingga penjualan yang lebih inovatif dengan memanfaatkan teknologi.

Contohnya, pelaku usaha fesyen mulai beralih menggunakan layanan berbasis teknologi dari Zilingo untuk memudahkan pembelian bahan baku. “Dengan Zilingo Trade, Anda bisa memilih supplier terpercaya dan mengajukan permintaan sampel bahan baku kain sebelum membeli. Anda juga dapat berkonsultasi sebelum melakukan transaksi untuk memastikan Anda mendapat bahan baku dengan kualitas dan harga terbaik,” ujarnya.

4. Membuat Program Pemasaran dan Promosi Baru

Meski momentum Ramadan dan Idul Fitri telah berlalu, pemilik usaha harus tetap kreatif meluncurkan program-program promosi strategis. Misalnya dengan mengadakan diskon spesial gajian, giveaway produk baru, hingga program apresiasi bagi pelanggan setia.

Anda dapat memanfaatkan layanan Zilingo Spotlight untuk mendukung dalam mempromosikan keunggulan produk Anda. Sekaligus melakukan konsultasi pemasaran digital dengan tim profesional kami. Zilingo bekerja sama dengan lebih dari 950 bisnis di Asia Tenggara untuk mendukung pemasaran yang lebih efektif, cepat dan terjangkau.

“Peningkatan dan penurunan omzet dalam bisnis merupakan hal yang wajar terjadi. Namun dengan pengelolaan keuntungan tepat yang diperoleh dari penjualan selama Ramadan, akan mencegah Anda merasakan fenomena keuntungan semu,” pungkas Kang Ay Lie.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN