Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi start up, LinkQu.

Ilustrasi start up, LinkQu.

Raih Pre-Seed Funding, Fintech LinkQu Bidik 1 Juta Pengguna di 2022

Kamis, 16 Juni 2022 | 18:16 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.idStartup pendatang baru, LinkQu, mengumumkan perolehan pendanaan pertama (Pre-seed) dari Infesta Corp sebesar Rp 15 miliar.

Sebagai catatan, LinkQu merupakan startup dari Sidoarjo, Jawa Timur yang berfokus pada layanan transfer dana dan kini terus mengembangkan inovasinya. Startup ini telah mulai beroperasi sejak Desember 2020.

Founder dan CEO LinkQu Didin Noor Ali menyampaikan, pada bulan Januari 2021 lalu, LinkQu merilis platform berbasis website yang memiliki banyak fitur setara dengan Cash Management System (CMS) pada perbankan.  

“Untuk menikmati layanan ini, pengguna hanya dikenakan biaya transfer sebesar Rp 3 ribu untuk transfer dana ke semua rekening bank di Indonesia, jauh lebih murah dari tarif umum kala itu,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (16/6/2022).

Selain website, LinkQu juga memiliki platform digital berupa aplikasi mobile android yang yang baru saja di launching beberapa bulan lalu dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 15.000 pengguna.

Dia juga menyebut, di dalam LinkQu terdapat beberapa fasilitas, mulai  fitur transfer dana yang lengkap mulai dari transfer uang antar rekening bank dalam negeri maupun luar negeri, transfer uang ke rekening e-wallet, terima uang dan masih terus dikembangkan lagi fitur-fiturnya.

Selain itu, LinkQu juga memberikan gratis biaya admin untuk biaya transfer dalam pengiriman uang antar bank. Platform ini ditujukan untuk pengguna retail berupa perorangan / personal (B2C) yang dapat diunduh melalui Google Playstote.

Didin Noor Ali mengungkapkan dalam tahun ini LinkQu menargetkan 1 juta downloader. “Kami optimistis bisa memperoleh target tersebut dalam satu semester ke depan, yang mana targetnya adalah para pebisnis milenial maupun yang aktif menggunakan gadget,” imbuh Didin.

Meski baru hadir di market B2C, LinkQu optimistis dapat bersaing dengan brand lain yang jauh lebih dulu ada. LinkQu memiliki keunggulan transfer uang dengan bebas biaya admin, cepat dan real ­­­time. Selain itu, dengan mengusung teknologi API dan host to host didukung sekian banyak bank maka layanan  transfer uang LinkQu diklaim bisa melayani secara realtime selama 24/7 jam tanpa henti sehingga akurasinya sangat tinggi.  

“Adanya aplikasi ini diharapkan mampu menambah base customer yang melayani luar korporasi karena bisnis transfer dana masih memiliki ceruk pasar yang cukup besar dikalangan B2C,” kata Didin optimis.

Himpun Dana Amal

Didin mengklaim hal baik dari penggunaan aplikasi LinkQu ini adalah para pengguna bisa sekaligus beramal karena setiap transaksi yang dilakukan pengguna, sebagian labanya akan dikeluarkan dan dikelola menjadi dana wakaf (Dana abadi) dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan amal / CSR. Dana abadi ini selama ini disalurkan untuk membiayai pendidikan anak kurang mampu, santunan anak yatim, kaum dhuafa dan sebagainya di seluruh Indonesia, dan diberikan secara rutin tiap bulan, sampai seterusnya.

Hingga Maret 2022, dana abadi yang didapat sudah mencapai Rp 549 juta jumlah dana wakaf yang cukup massif untuk sebuah bisnis yang baru lahir.

Seiring pertumbuhannya pada Februari 2022, LinkQu berhasil memprose­­­s transaksi lebih dari Rp 1 triliun dalam waktu enam bulan. Setelah sukses dengan layanan B2B dan bekerja sama dengan berbagai koperasi, BPR, P2P landing berizin, layanan payroll yang dipakai sekian banyak perusahaan di Jawa, Bali, Sumatra dan juga Kalimantan.

Dikatakan, saat ini, LinkQu dipercaya oleh perusahaan BUMN yaitu PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pemrosesan transaksi transfer uang dalam rangka refund tiket. Sebelumnya LinkQu juga telah melakukan diskusi dengan OJK untuk membantu pengembangan dan transformasi BPR digital di Indonesia.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN