Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Rupiah Cepat Yolanda (tengah), didampingi Angela, Advisor Rupiah Cepat dan Valta, Government Relations Manager Rupiah Cepat (kanan), saat  menerima cendera mata dari Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu, saat berkunjung ke Berita Satu Media Holdings, Rabu (20/7).

CEO Rupiah Cepat Yolanda (tengah), didampingi Angela, Advisor Rupiah Cepat dan Valta, Government Relations Manager Rupiah Cepat (kanan), saat menerima cendera mata dari Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu, saat berkunjung ke Berita Satu Media Holdings, Rabu (20/7).

Rupiah Cepat Berkomitmen Meningkatkan Inklusi Keuangan Masyarakat

Kamis, 21 Juli 2022 | 12:47 WIB
Windarto (redaksi@investor.id)

Jakarta, Investor.id - Rupiah Cepat, salah satu layanan peer to peer (P2P) lending di bawah naungan PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI) menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp6 triliun selama tahun 2022 ini. Hal ini dilandasi dengan realisasi capaian yang sudah tembus Rp3,7 triliun hingga Juni.

"Tahun ini Rupiah Cepat optimis mencapai target pencairan bulanan dan tahunan sebagaimana yang sudah direncanakan dalam rencana bisnis Rupiah Cepat sepanjang tahun 2022," ujar CEO Rupiah Cepat Yolanda saat berkunjung ke Berita Satu Media Holding, Rabu (20/7).

Optimisme Yolanda juga karena Rupiah Cepat sudah berkolaborasi dengan dua bank nasional, PT Bank BNI Tbk (BNI) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC). Menurutnya, regulasi terbaru POJK No 10/2022 antara lain mendorong adanya kolaborasi antara P2P lending dengan jasa keuangan, sehingga dengan adanya pendaaan dari jasa keuangan perbankan atau perusahaan pembiayaan diharapkan dapat berkolaborasi sehingga P2P lending dapat melakukan pencairan lebih banyak terutama kepada masyarakat unbanked dan undeserved.

Tahun ini pun, Rupiah Cepat akan menambah mitra perbankan lagi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia. "Sampai akhir tahun jumlah nasabah ditargertkan bertumbuh 10%, namun yang akan dilakukan Rupiah Cepat adalah menjaga agar customer tetap loyal menggunakan produk-produk Rupiah Cepat," imbuhnya.

Sementara itu, untuk menambah jumlah nasabah Rupiah Cepat pun akan memanfaatkan digital apps yang dapat muncul melalui social media, bahkan pada aplikasi game. Selain memanfaatkan jalur digital untuk mempromosikan Rupiah Cepat, jalur offline pun ditempuh dengan menaruh baliho, poster, atau OHA yang ada di lift.

"Pendanaana di Rupiah Cepat itu sangat mudah, bila ingin berinvestasi dalam hitungan tiga menit dana sudah masuk dan sudah dihitung bunganya, sementara untuk pencairan pinjaman pun sangat cepat, cuma butuh 5-15 menit," terang Yolanda.

Rupiah Cepat berdiri pada Maret 2018, telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp14.7 triliun. Jumlah peminjam hingga saat ini tercatat sebanyak hampir 7 juta orang dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa yang mencapai 77%, luar Jawa 23%.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN