Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Knowledge Dissemination Workshop on Study of

Knowledge Dissemination Workshop on Study of "QRIS implementation and opportunities to increase its adoption in Indonesia" yang diselenggarakan oleh MSC, berkoordinasi dengan Inke Maris & Associates, dengan dukungan Bill & Melinda Gates Foundation, pada hari Rabu (27/07/2022).

Studi MSC: Onboarding Bisa Tingkatkan Kepercayaan Pelaku Usaha pada QRIS

Rabu, 27 Juli 2022 | 17:03 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – MicroSave Consulting/ MSC, sebagai ahli global di bidang ekonomi, sosial, dan inklusi keuangan, mengumumkan hasil studi terbarunya berjudul “QRIS implementation and opportunities to increase its adoption in Indonesia.”

Studi tersebut menunjukkan bahwa para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) memiliki tingkat awareness yang tinggi mengenai QRIS sebagai metode pembayaran yang aman dan murah dalam menjangkau lebih banyak konsumen.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku usaha yang menggunakan QRIS sudah memahami sejumlah manfaatnya, di antaranya proses pembayaran yang lebih cepat (94%) dan bagaimana satu kode QR dapat digunakan oleh beberapa penyedia layanan (87%). Sementara itu, untuk pelaku usaha yang belum menggunakan QRIS, sekitar 60% dari mereka mengungkapkan minatnya menggunakan QRIS apabila memperoleh bantuan onboarding dan informasi dari penyedia layanan.

MSC melaksanakan studi ini sesuai arahan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan tujuan mengkaji penerapan QRIS di seluruh Indonesia dan kontribusinya dalam mencapai inklusi keuangan bagi para pelaku UMK. Kajian ini melibatkan 600 pelaku usaha di seluruh Indonesia, dengan 79% dari mereka telah menerapkan QRIS, 86% pengguna berlokasi di perkotaan, dan 74% pengguna QRIS merupakan pelaku usaha muda berusia di bawah 39 tahun.

Grace Retnowati, Country Director MSC, mengatakan apresiasinya atas dukungan Bank Indonesia dan ASPI dalam memfasilitasi studi tersebut, dengan memberikan saran dan masukan terhadap kerangka dan hasil studi.

“Studi ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tren penggunaan QRIS di kalangan pelaku usaha kecil dan mikro yang tipikalnya merupakan segmen populasi berpenghasilan rendah di Indonesia. Temuan kami menunjukkan bertumbuhnya awareness para pelaku usaha serta preferensi konsumen untuk menggunakan QRIS seiring keduanya menganggap QRIS sebagai metode pembayaran yang ekonomis,” kata Grace.

Menurut studi ini, sebagian besar pelaku usaha yang menerapkan QRIS merupakan pengguna aktif atau occasional yang berlokasi di daerah perkotaan. Lebih lanjut, dari sisi pelanggan, QRIS telah menjadi pilihan kedua bagi 71% pelanggan apabila pembayaran tunai tidak tersedia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku usaha dan konsumen telah merasakan nilai tambah dan kenyamanan saat menggunakan QRIS, yang dapat meningkatkan inklusi dan keterlibatan mereka dalam ekosistem digital.

Lebih lanjut, studi ini menghadirkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan penggunaan QRIS melalui digitalisasi di segmen lainnya, seperti pembayaran supply chain, pembayaran point-of-sale (misalnya untuk layanan parkir dan pembelian menggunakan vending machine), pembayaran Government-to-Person (misalnya penyaluran bantuan sosial), dan pembayaran Citizen-to-Government (misalnya pembayaran pajak). Lebih lanjut, seiring pelaku usaha informal yang menggunakan QRIS kini memiliki rekam digital, studi ini juga merekomendasikan agar para penyedia layanan mempertimbangkan cross-selling penyediaan layanan/ produk keuangan digital lainnya yang dapat bermanfaat bagi pelaku usaha, seperti pinjaman kredit dan tabungan.

Hasil studi ini dipaparkan dalam acara Knowledge Dissemination Workshop on Study of “QRIS implementation and opportunities to increase its adoption in Indonesia” yang diselenggarakan oleh MSC, berkoordinasi dengan Inke Maris & Associates, dengan dukungan Bill & Melinda Gates Foundation, pada hari Rabu (27/07/2022).

Hadir dalam webinar tersebut, Fitria Irmi Triswati, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, mengatakan, pihaknya mengapresiasi MSC Indonesia atas kajian yang dinilai sangat bermanfaat, tidak hanya bagi regulator sebagai referensi, tetapi juga bagi industri untuk meningkatkan pelayanan kepada pelaku usaha dan pengalaman pengguna.

“Selain itu, studi ini dapat memberikan pandangan yang lebih luas tentang manfaat QRIS bagi masyarakat dalam mengakselerasi ekonomi digital dan integrasi ekosistem keuangan,” ujar Fitria.

Transaksi QRIS menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah pandemi, termasuk dari sisi nilai dan volume. Di sisi penawaran atau supply, pelaku usaha yang menggunakan QRIS telah mencapai 19 juta merchant dengan 90,3% di antaranya adalah UMKM. Dari sisi permintaan atau demand, Bank Indonesia menargetkan penambahan 15 juta pengguna baru pada tahun 2022, dan sejauh ini perkembangannya cukup menjanjikan. Pencapaian ini didukung oleh ekosistem QRIS yang memiliki interkoneksi dengan 81 Penyedia Jasa Pembayaran dan 4 Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran.

Kebijakan Bank Indonesia terkini telah menjawab beberapa isu yang disebutkan dalam studi ini. Strategi ekspansi QRIS dari sisi permintaan dan sisi penawaran berfokus pada 3 (tiga) pilar: (i) Ekspansi; (ii) Edukasi dan Kampanye; dan (iii) penghargaan bagi Penyedia Jasa Pembayaran, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Pada pilar edukasi dan kampanye, kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang QRIS di antara pelaku usaha dan pengguna pada 3 aspek. Pertama, manfaat penggunaan QRIS, antara lain, skema harga yang efisien bagi pelaku usaha, pencatatan transaksi yang lebih baik, dan membuka akses terhadap ekosistem digital. Kedua, panduan penggunaan QRIS untuk pengguna dan pelaku usaha/ merchant, termasuk aspek onboarding, teknis, keamanan, dan manajemen risiko. Ketiga, kampanye dalam mendorong perluasan QRIS melalui sinergi dengan institusi lain dan acara di tingkat nasional.

Kebijakan QRIS juga bertujuan untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Pertama, Bank Indonesia telah menyesuaikan limit transaksi QRIS dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta per transaksi guna memperluas use case dan penerimaan QRIS. Kedua, Bank Indonesia terus menjaga Merchant Discount Rate (MDR) yang efisien untuk transaksi QRIS. Bahkan, MDR untuk pengusaha mikro ditetapkan 0% yang berlaku hingga Desember 2022. Ketiga, Bank Indonesia bersama industri terus mengembangkan fitur dan model bisnis QRIS.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN