Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kerja sama PT KAI dan LinQu dalam penyelenggaraan elektronifikasi sistem refund tiket.

Kerja sama PT KAI dan LinQu dalam penyelenggaraan elektronifikasi sistem refund tiket.

Enam Bulan Berjalan, LinQu Catat Transaksi Refund Tiket KAI Rp 60 Miliar 

Kamis, 4 Agustus 2022 | 09:59 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan dengan merilis layanan baru berupa elektronifikasi system pengembalian uang/refund tiket melalui aplikasi KAI_Access. Dengan fitur ini seluruh permintaan refund tiket akan dilakukan melalui metode transfer langsung ke rekening pelanggan.

PT KAI menyampaikan, inovasi ini akan sangat memanjakan pelanggan KAI dimana tanpa perlu lagi buang waktu dan tenaga ke stasiun sebagaimana selama ini.

Sementara untuk menjalankan fitur yang sudah mulai dinikmati pelanggan sejak Februari 2022 itu PT KAI menunjuk LinkQu yang merupakan Penyedia Jasa Pembayaran berizin BI. LinkQu  merupakan pendatang baru di industri, meski begitu platform ini dikenal memiliki reputasi kuat dalam penyediaan sistem transfer dana yang handal, cepat, mudah, dan aman.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh PT KAI kepada LinkQu, sehingga perusahaan kami juga dapat memberikan manfaat yang lebih banyak kepada masyarakat luas sekaligus ikut berkontribusi dalam mensukseskan program elektronifikasi system pembayaran tanah air,” ungkap Founder dan CEO LinkQu Didin Noor Ali dalam keterangan yang dikutip, Kamis (4/8/20220).

Baca juga: Semester I, Angkutan Barang KAI Naik 15%

Hal menarik dari Fitur ini adalah seluruh pengguna KAI_Access dapat dengan mudah melakukan canceling dan rescheduling perjalanan nya cukup di aplikasi saja, lantas pengembalian uang pun dapat diterima tanpa menunggu lama. Kekuatan utama dari fitur ini, selain kecepatan dan otomasi dalam hal transfer ke rekening bank, juga ke rekening uang elektronik seperti Linkaja, Gopay, Ovo, Dana, Shopeepay, Kaspro dll untuk mereka yang tidak memiliki rekening bank.

“Melalui terobosan ini kami akan terus melanjutkan budaya inovasi dan pioner dalam memberikan services excellent kepada seluruh pengguna jasa Kereta Api“ sambung Raden Agus Dwinanto Budiaji selaku CDD Passenger Transport and Sales Marketing PT KAI.

Seiring membaiknya perekonomian pasca Covid, tentu diimbangi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, salah satunya melalui perjalanan kereta api. “Selama 6 bulan bekerja sama dengan KAI, LinkQu telah melakukan transaksi lebih dari Rp 60 miliar. Ini tentunya jumlah yang cukup signifikan di tengah upaya recovery pasca pandemi Covid yang menghantam perekonomian negeri ini.” papar Didin optimistis.

Lebih lanjut, hadirnya fitur ini telah berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat pengguna jasa kepada PT KAI terlebih di era modern saat ini masyarakat menuntut sebuah pelayanan yang cepat, tepat dan efisien, sambung Raden Agus.  Hal ini mendorong LinkQu untuk memperluas kerja sama dan menggandeng perusahaan nasional maupun swasta terkemuka lainnya dalam hal melakukan elektronifikasi system pelayanan pelanggan mereka.

Kontribusi Ekonomi Digital untuk Indonesia

LinkQu yang merupakan perusahaan startup dari Sidoarjo, Jawa Timur berkomitmen untuk terus berfokus pada layanan transfer dana yang berkualitas dengan mengedepankan inovasi dan keunggulan teknologi.

Sejak rilis Januari 2021 lalu secara agresif LinkQu terus mencatatkan torehan pencapaian di bidang teknologi finansial hingga kini. Pebruari 2021 misalnya, LinkQu merilis platform berbasis website yang memiliki banyak fitur setara dengan Cash Management System (CMS) pada perbankan yang dinamakan LinkQu Business. Untuk menikmati layanan ini, pengguna hanya dikenakan biaya transfer sebesar Rp 3.000 untuk transfer dana ke semua rekening bank di Indonesia, jauh lebih murah dari tarif umum kala itu yang rata-rata Rp 6.500 s/d Rp 7.500.

Selain itu, LinkQu telah memiliki platform digital berupa aplikasi mobile android yang yang baru saja di launching beberapa bulan lalu dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 25 ribu pengguna. Didin juga menyebut, di dalam LinkQu terdapat beberapa fasilitas, mulai  fitur transfer dana yang lengkap mulai dari transfer uang ke rekening bank dalam negeri maupun luar negeri, transfer uang ke rekening ewallet, terima uang dan masih terus dikembangkan lagi fitur-fiturnya di masa datang.

Adapun pengembangan fasilitas tersebut adalah sebagai bentuk kontribusi untuk menyemarakkan ekonomi digital Indonesia. Selain itu, LinkQu juga memberikan gratis biaya admin atau nol rupiah biaya transfer dalam pengiriman uang antar bank. Platform ini ditujukan untuk pengguna retail berupa perorangan / personal (B2C) yang aplikasinya dapat diunduh dengan mudah melalui google play store.

Melalui pencapaian dan inovasi LinkQu, Didin Noor Ali optimistis target 1 juta downloader bisa diperoleh dalam waktu singkat. “Kami optimis bisa memperoleh target tersebut dalam 1 tahun ke depan. Dimana target utama kami adalah para pebisnis,  milenial maupun yang aktif menggunakan gadget untuk transaksi keuangan dan transaksi digital lainnya,” imbuh Didin. Meski baru hadir di market B2C, LinkQu optimis dapat bersaing dengan brand lain yang jauh lebih dulu ada karena LinkQu memiliki keunggulan transfer uang dengan bebas biaya admin, cepat dan real time selama 24/7 jam tanpa henti sehingga akurasinya sangat tinggi. 

Lebih lanjut LinkQu juga mengenalkan konsep transaksi sekaligus beramal, Dimana sebagian laba dari perusahaan akan dialokasikan sebagai dana wakaf (Dana abadi) dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan amal/CSR. Dana abadi tersebut selama ini disalurkan untuk membiayai pendidikan anak kurang mampu, santunan anak yatim, kaum dhuafa dan sebagainya di seluruh Indonesia, dan diberikan secara rutin tiap bulan, sampai seterusnya.

Melalui Informasi yang dihimpun website resminya hingga Juni 2022 dana abadi yang didapat sudah mencapai Rp 786.815.932,-  jumlah dana wakaf yang massif untuk sebuah bisnis yang baru lahir. Dana yang dikumpulkan dari sebagian keuntungan ini sifatnya dana wakaf, dana abadi, bukan infak atau sedekah, sehingga tidak ada factor kurang atau bagi, yang ada hanya tambah dan kali sehingga jumlahnya tidak mungkin berkurang, namun akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

“Suatu saat nanti dana abadi ini akan menjelma dari milyar ke triliun, yang kala itu akan sangat besar manfaatnya untuk umat, berupa rumah sakit, sekolah, madrasah, panti asuhan, dll yang semuanya diberikan secara GRATIS, menjadi tabungan kebaikan dan syurga bagi seluruh pengguna LinkQu yang pahalanya akan terus mengalir sampai kiamat nanti,” ujar Didin optimistis.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN