Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
HDIT Fokus Meningkatkan Platform P2P Lending Doeku

HDIT Fokus Meningkatkan Platform P2P Lending Doeku

Penyaluran Pinjaman dan Laba Naik hingga 50 %

HDIT Fokus Meningkatkan Platform P2P Lending Doeku

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:20 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Doeku Peduli Indonesia, salah satu platform Peer To Peer Lending di Indonesia yang berijin penuh (Fully Licensed) resmi Otoritas Jasa Keuangan Fintech (OJK) dan dimiliki 99% sahamnya oleh PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT), dilirik oleh beberapa institusi financial technology baik lokal maupun international untuk melakukan kolaborasi bisnis.

Direktur PT Doeku Peduli Indonesia, Hendra Dwisejoputro mengatakan Perseroan jika melakukan Merger harus memilih Partner yang memiliki jaringan International dan pengalaman Advance Technology, sehingga kedua Perusahaan akan menghasilkan sinergi dengan kelebihan kekuatan masing-masing sehingga kedepannya menambah Laba, Value Perusahaan dan Daya Saing Perusahaan .

Advertisement

Sudah beberapa Group Perusahaan yang intens melakukan komunikasi diantaranya, salah satu perusahaan financial terbesar dan terkemuka di singapura, kemudian ada juga institusi finansial yang sahamnya sudah tercatat di papan bursa saham NASDAQ, dan salah satu perusahaan FMCG lokal terbesar.

Penyaluran Pinjaman dan Laba Doeku Naik  hingga 50 %
Penyaluran Pinjaman dan Laba Doeku Naik hingga 50 %

"Saat ini kami masih mempertimbangkan beberapa aspek untuk memilih kolaborasi yang terbaik, dalam arti yang dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pengembangan bisnis dan peningkatan value dari perusahaan kami, baik secara fundamental maupun jaringan bisnis yang kemungkinan bisa didapatkan Doeku, sebagai hasil apabila terjadi merger nantinya," terang Hendra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/8) .

“Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, Doeku juga berharap bisa mendapatkan partner yang memiliki visi yang sama, dimana di masa yang akan datang, kami ingin sekali mengembangkan Blockchain Technology,” ujarnya.

Blockchain Technology bisa memberikan solusi dengan mendukung skema pinjaman peer to peer (P2P) atau P2P Lending. Dalam mekanisme pinjaman ini, individu atau perusahaan dapat langsung meminjamkan uang kepada orang lain dan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

Hambatan yang berupa persyaratan yang rumit antara kedua belah pihak (peminjam dan pemberi pinjaman) dapat dikurangi, kemudian suku bunga bisa dikurangi sebisa mungkin karena proses yang lebih efisien.

Beberapa hal yang menarik dari teknologi blockchain yaitu dengan general ledger, yaitu kemampuan untuk mencatat detail transaksi.

Blockchain mampu menyimpan kerahasiaan data dengan kemampuan menyembunyikan identitas peminjam maupun pemberi pinjaman. Blockchain juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi sehingga transaksi tidak dapat diubah oleh siapapun tanpa melalui persetujuan (konsensus).

" Dengan teknologi blockchain, peminjam bisa mudah meminjam tanpa proses yang berbelit-belit. Dari sisi pemberi pinjaman mendapatkan jaminan pembayaran tepat waktu sehingga tidak was was dalam melakukan investasi disektor peminjaman online," tambah Hendra Dwi lebih lanjut.

Saat ini Doeku mencatatkan peningkatan pesat dalam disbursement - Penyaluran Pinjaman dana modal kerja kepada UMKM yaitu sebesar Rp. 63.525.000.000,- di tahun buku Desember 2021 atau naik 13,2% dibandingkan dengan Penyaluran Pinjaman tahun 2020 yaitu sebesar Rp.4.834.500.000, sedangkan catatan kuartal II Juni tahun 2022, disbursement modal kerja sudah mencapai Rp. 37.072.500.000,'. atau naik 58,3% yoy

Untuk laba kotor tahun buku 2021, Doeku mencatatkan peningkatan sebesar 25,8% yaitu Rp. 7.849.011.908,- dibandingkan dengan laba kotor tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 303.540.512,- sedangkan untuk kuartal II tahun 2022, laba kotor Doeku tercatat sebesar Rp. 5.029.250.640,-

Bisnis plan perseroan saat ini menitik berat kan pada pengembangan bisnis untuk lender publik serta pengembangan disbursement dalam jaringan FMCG dengan skema invoice financing bagi merchant dengan total Rp 2 Miliar .

Sedangkan bisnis plan jangka pendek, manajemen Doeku berharap, perseroan dapat melakukan Initial public offering (IPO) ditahun mendatang.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN