Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif AAUI sampaikan himbauan terkait banjir yang melanda Jabodetabek 31 Desember 2019-1Januari 2020

Direktur Eksekutif AAUI sampaikan himbauan terkait banjir yang melanda Jabodetabek 31 Desember 2019-1Januari 2020

AAUI: Penanganan Klaim Akibat Banjir Harus Profesional

Nida Sahara, Minggu, 5 Januari 2020 | 08:48 WIB

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengimbau perusahaan asuransi umum dalam menangani proses klaim harta benda terdampak banjir, harus dilakukan secara profesional dan tidak mempersulit pemegang polis.

AAUI juga mengharapkan perusahaan asuransi melakukan jemput bola guna membantu meringankan warga yang mengalami dampak banjir di Jakarta- Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dalam proses klaim.

Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe mengatakan, pihaknya mendorong perusahaan asuransi umum anggota AAUI untuk menginventarisir dampak banjir di lini bisnis asuransi properti dan asuransi kendaraan bermotor. Dengan kondisi lapangan yang masih kurang kondusif, memang dibutuhkan waktu untuk memproses dan menghitung potensi klaim.

"Perusahaan asuransi juga diharapkan melakukan proses penanganan klaim secara profesional, jika perlu menyediakan call center dan posko penanganan klaim dan melakukan jemput bola agar meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah banjir," ungkap Dody ketika dihubungi Investor Daily, Jumat (3/1).

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Dia juga mengungkapkan, perusahaan asuransi umum yang menerbitkan polis asuransi yang menjamin risiko atas kejadian tersebut (asuransi properti dan asuransi kendaraan bermotor) agar segera melakukan langkah- langkah proses penanganan klaim sesuai dengan liability penanggung.

Sampai saat ini nilai kerugian masih menunggu laporan klaim dari semua perusahaan asuransi, di mana angkanya belum final dan akan berkembang dikarenakan proses identifikasi dan verifikasi masih dalam proses.

AAUI mengimbau kepada masyarakat pemegang polis asuransi property maupun kendaraan yang menjadi korban banjir untuk dapat memastikan kembali bahwa polis memiliki perluasan risiko banjir. Perluasan risiko banjir dilakukan dengan melekatkan Klausula 4.3 untuk asuransi properti, dan Klausula KBM 12 untuk asuransi kendaraan bermotor.

"Kepada tertanggung asuransi property yang dijamin perluasan banjir agar melakukan langkah-langkah preventif seperti menyelematkan barang-barang yang bisa diselamatkan agar mengurangi kerusakan. Kemudian, dapat segera mengajukan klaim ke perusahaan asuransi penerbit polis yang segera menanganinya," ungkap Dody.

Sementara itu, untuk tertanggung asuransi kendaraan yang dijamin perluasan banjir dihimbau untuk tidak memaksakan menyalakan kendaraan yang terendam banjir karena akan membuat kerusakan mesin semakin parah, diharapkan untuk segera mengajukan klaim ke perusahaan penerbit polis untuk dapat segera dibawa ke bengkel dengan mobil derek.

Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).
Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Dody menyebutkan, beberapa hal yang harus diperhatikan saat klaim asuransi pascabanjir. Pertama periksa polis asuransi properti dan asuransi kendaraan, apakan memiliki perluasan untuk jaminan banjir. Kemudian, jika memiliki perluasan risiko banjir di polis, segera lapor ke perusahaan yang dimiliki.

"Selain itu perlu menyiapkan polis asuransi untuk laporan yang dibutuhkan seperti nomor polis dan informasi lainnya, seperti foto kerusakan rumah dan kendaraan untuk mempermudah proses klaim. Diharapkan juga supaya dapat menjaga dengan baik barang-barang yang bisa diselamatkan sampai perusahaan asuransi datang untuk melakukan proses klaim," imbuh Dody.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo Sahata L Tobing mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyebut data pemegang polis yang terdampak banjir. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan call center 24 jam ke nomor 1500073 untuk memudahkan masyarakat yang ingin proses klaim.

"Kami siapkan juga posko untuk warga terdampak banjir dan disampaikan juga melalui media online," kata Sahata.

Adapun, pihaknya menyebut penanganan pertama jika mobil terendam banjir yakni, segera lepaskan kabel negatif aki, jangan menyalakan mesin saat terendam air, gunakan batu untuk mengganjal mobil, cek kondisi oli dan bahan bakar, segera hubungi pihak yang dapat membantu seperti bengkel atau asuransi.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengaku dampak dari banjir yang melanda Jabodetabek terhadap klaim asuransi jiwa tidak terlalu besar. Hal tersebut karena lebih banyak masyarakat yang mengalami kerusakan harta benda dibandingkan dengan korban jiwa.

"Belum ada datanya sih, tapi bisa diperkirakan tidak akan berdampak ke asuransi jiwa. Mungkin akan lebih besar dampaknya ke asuransi umum karena banyak kerugian masyarakat akibat banjir ini di properti dan kendaraan," kata Togar.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN