Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama AdaKami Bernardino M Vega Jr pada konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2). Foto:Investor Daily/Prisma Ardianto

Direktur Utama AdaKami Bernardino M Vega Jr pada konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2). Foto:Investor Daily/Prisma Ardianto

AdaKami Proyeksikan Akumulasi Pembiayaan Rp 12 Triliun di 2021

Rabu, 17 Februari 2021 | 21:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending multiguna AdaKami memproyeksi penyaluran pembiayaan meningkat empat kali lipat di tahun ini. Akumulasi pembiayaan ditargetkan melesat dari Rp 3,1 triliun di 2020 menjadi Rp 12 triliun di 2021.

Direktur Utama AdaKami Bernardino M Vega Jr menyampaikan, kinerja penyaluran pembiayaan sempat anjlok di kuartal II-2020 tapi memapu kembali bangkit di periode selanjutnya. Ketika itu, penyaluran difokuskan pada penerima pinjaman (borrower) eksisting. Kini pembiayaan mulai diberikan kepada borrower baru seiring dengan membaiknya situasi, dan keyakinan tumbuh lebih baik di tahun ini.

"Harapan kita kalau lihat proyeksi dan apa yang kita sudah pelajari di 2020, khususnya pada kuartal terakhir, target penyaluran kita di 2021 bisa mencapai Rp 12 triliun," kata Dino pada konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2).

Konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2). Foto:Investor Daily/Prisma Ardianto
Konferensi pers virtual AdaKami Siap Dukung Satu Juta Pelaku Ekonomi Riil untuk Pemulihan Nasional di 2021, Rabu (17/2). Foto:Investor Daily/Prisma Ardianto

Dia menyatakan, berdiri sejak 2018 pembiayaan hingga akhir 2020 disalurkan kepada lebih dari 5,2 juta borrower. Jumlah itu akan juga diproyeksi bertambah menjadi sekitar 10 juta borrower sejalan dengan proyeksi total penyaluran yang naik signifikan.

Dino mengakui, di tahun 2020, penyebaran pembiayaan memang terfokus di area Jawa. Diantaranya 35% di wilayah Jawa Barat dan Banten, DKI Jakarta sendiri mencakup sekitar 30%. Sedangkan pembiayaan luar Jawa baru berkontribusi sekitar 20%, itupun didominasi wilayah Sumatera.

Dia memastikan, pihaknya akan memperluas akses penyediaan pembiayaan ke luar Jawa. Melakukan pemasaran secara digital dan sosialisasi bersama AFPI dan OJK menjadi langkah utama memperluas jangkauan. Namun demikian, wilayah garapan mesti didukung infrastruktur yang memungkinkan kehadiran internet dan penggunaan smartphone dari calon borrower.

Sementara itu, terdapat tiga segmen borrower yang difokuskan AdaKami untuk bisa menikmati layanan pinjaman. Pertama, borrower yang membutuhkan dana untuk membangun usahanya. Kedua, borrower yang tujuan penggunaan dana adalah sebagai talangan sembari mencari kerja. Ketiga, adalah borrower eksisting yang plafon pinjamannya telah meningkat.

"Salah satu strateginya mungkin dari ticket size yang akan ditingkatkan dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 10-15 juta. Dengan nilai itu, maka waktunya lebih panjang dan bunga bisa turun. Nasabah-nasabah yang datang ke kita, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi kini juga untuk kebutuhan usaha," ucap Dino.

Dia memaparkan, data perseroan menunjukan sebesar 23% pinjaman digunakan borrower untuk kebutuhan usaha. Padahal dalam aplikasinya telah disetujui untuk kebutuhan rumah tangga. Turut ditemukan bahwa sebesar 14% pinjaman bahkan untuk memulai usaha. Ada pergeseran kebutuhan pada borrower perseroan yang mendorong untuk menggarap serius segmen tersebut.

"Mayoritas dari borrower kita itu 20-39 tahun, pengguna kami ini adalah milenial ke bawah. Mereka kan memiliki pergerakan karir, kami berharap bisa mendampingi atau menjadi mitra dalam mencapai tujuan mereka," ujar dia.

Dino pun menuturkan, agresifitas perseroan tahun ini juga mesti diseimbangkan dengan manajemen risiko yang disesuaikan. Dalam hal ini, sumber daya manusia serta kolaborasi akan lebih diperluas terkait collection dan underwriting. Belakangan ini, perseroan mampu mencatatkan rata-rata pengajuan hingga 22 ribu aplikasi pinjaman. Sebesar 90% diantaranya diproses oleh mesin sedangkan 10% sisanya dilakukan secara manual. Optimalisasi kecerdasan mesin credit scoring sudah tentu menjadi perhatian tersendiri bagi perseroan.

"Kecerdasan mesin sudah teruji, pada Februari 2020 misalnya ketika risiko relatif tinggi untuk memberikan persetujuan pinjaman. Biasanya persetujuan diberikan sekitar 3.000-8.000 aplikasi, tapi pada medio Februari 2020 hanya sekitar 50 aplikasi. Tidak disetujuinya aplikasi pinjaman tersebut seluruhnya dilakukan oleh mesin credit scoring," kata dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN