Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Akulaku. Sumber: akulaku.com

Akulaku. Sumber: akulaku.com

Akulaku Dorong UMKM Adaptif di Tengah Pandemi

Jumat, 30 April 2021 | 19:03 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Akulaku mendorong pelaku usaha, kecil, dan menengah (UMKM) terus adaptif menghadapi perubahan perilaku konsumen akibat pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan perusahaan melalui edukasi pemanfaatan kanal digital secara berkelanjutan.

Corporate Secretary Akulaku Finance Indonesia, Wildan Kesuma mengungkapkan, pemilik bisnis saat ini harus bisa beradaptasi di tengah pandemi. Langkah yang dilakukan yakni dengan mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk merespons situasi keterbatasan interaksi fisik yang terjadi.

"Akulaku menyadari UMKM memiliki peranan penting terhadap perputaran roda ekonomi Indonesia. Untuk itu, kami berkomitmen untuk menghadirkan inisiatif serta edukasi berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro agar semakin adaptif dan dapat menyusun strategi yang tepat di era kebiasaan baru," ujar Wildan melalui keterangan pers, Jumat (30/4).

Pada kesempatan sama, Head of Business Development Akulaku Silvrr Indonesia Yudhistira Luntungan memaparkan sejumlah tren yang perlu dicermati oleh pelaku usaha UMKM dalam menentukan strategi penjualan pada era kebiasaan baru. Pertama, trafik belanja online mengalami kenaikan yang signifikan dalam setahun terakhir dengan adanya kebijakan pembatasan sosial.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh riset United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang menyebut bahwa volume belanja konsumen di platform marketplace mengalami kenaikan sebesar 65% selama masa pandemi.

"Pandemi memberikan kesempatan yang lebih baik bagi merchants, karena pola belanja konsumen sekarang terdorong menjadi serba online," ujarnya," jelas dia.

Kedua, pandemi turut meningkatkan kecenderungan konsumen untuk berbelanja brand lokal. Tercermin dengan terus meningkatnya volume pencarian terhadap sejumlah kategori produk yang identik dengan brand lokal selama masa pandemi.

Menurut Yudhistira, produk dari brand lokal yang berkualitas bagus dan harganya bersaing semakin dicari. Pelaku usaha dengan brand lokal mesti memanfaatkan momen itu yang berarti eksposur terhadap produk mereka meningkat signifikan secara organik tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ketiga, volume transaksi belanja online secara historis selalu mencapai titik tertinggi saat menjelang periode lebaran maupun festival belanja online menjelang pergantian tahun.

"Pelaku usaha perlu memperhatikan momentum menjelang periode lebaran. Pada periode tersebut pekerja memperoleh THR yang meningkatkan kemungkinan mereka untuk berbelanja lebih banyak," ujarnya.

Di samping itu, sejumlah UMKM yang tergabung sebagai merchant Akulaku berbagi tips dan strategi agar dapat membantu sesama pelaku usaha untuk meningkatkan transaksi penjualan secara online di masa pandemi. Merchant kategori peralatan pancing, King Fishing misalnya, menilai pelaku usaha tidak bisa lagi hanya sekadar mengandalkan penjualan door-to-door secara langsung.

Pemilik King Fishing Tony Cahyadi menyampaikan, pelaku usaha dinilai mesti segera bergabung ke dalam ekosistem platform digital yang dipercaya oleh konsumen. Sejak memfokuskan pemasaran produk secara online, brand tersebut mengalami kenaikan omzet tahunan rata-rata sebesar 200% bila dibanding sebelum mulai terjun ke ranah digital.

"Dengan mengandalkan platform online kita bisa menjangkau target pasar yang sebelumnya tidak pernah terbayang. Bisa saja pesanan pengiriman diperoleh dari banyak pulau lain yang sangat jauh, tapi karena ini adalah barang  kebutuhan hobi pasti selalu dicari oleh konsumen," terang Tony.

Berikutnya, merchant Akulaku kategori fashion pria Triad Official. Pemilik brand Triad Official Steven Huang, pelaku usaha juga harus terhubung dengan sistem pembayaran digital di samping melakukan pemasaran secara online. Hal tersebut bisa mempermudah konsumen saat melakukan pembelian produk.

Lebih lanjut, kehadiran fitur bayar nanti atau paylater turut dipercaya menarik minat konsumen karena tidak membebani arus kas.

"Dengan adanya paylater, kemungkinan bagi konsumen untuk membatalkan pembelian menjadi lebih kecil karena prosesnya mudah dan tidak membebani arus kas. Pelaku usaha pun juga tidak  kehilangan kesempatan meningkatkan potensi penjualannya dari calon konsumen," pungkas Steven.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN