Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Awan Tunai Dino Setiawan (kanan) menerima sertifikat yang diberikan oleh Henri Dommel, Director of Inclusive Finance, United Nations Capital Development Fund.

CEO Awan Tunai Dino Setiawan (kanan) menerima sertifikat yang diberikan oleh Henri Dommel, Director of Inclusive Finance, United Nations Capital Development Fund.

Awan Tunai Sampaikan Praktik Fintech di Indonesia dalam Acara Tahunan PBB

Windarto, Selasa, 1 Oktober 2019 | 20:04 WIB

Jakarta-Awan Tunai, platform solusi pembiayaan digital untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mewakili Indonesia dan menjadi perwakilan tunggal dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, yang diselenggarakan pada 17 – 30 September 2019. Acara tahunan tersebut antara lain membahas tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini, mulai dari geopolitik, ekonomi, lingkungan, hingga perubahan teknologi, serta solusi yang dibutuhkan untuk mendorong kemajuan menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

CEO Awan Tunai Dino Setiawan, hadir dalam program Digital Financing of the Sustainable Development Goals bertemakan ‘Good Servant, Poor Master Capturing the Promise and Managing the Risk of Financial Technology for a Sustainable World’ yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Sekretaris Jenderal PBB. Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh para pemimpin dunia di bidang kebijakan, teknologi, dan bisnis untuk mendiskusikan solusi teknologi keuangan yang terbaik untuk mengatasi kendala jangka panjang terkait pembiayaan untuk pembangunan, serta untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs).

“Kami merasa bangga dapat mewakili Indonesia dan berkesempatan untuk bertemu, berdialog dan mendapatkan informasi langsung terkait praktik baik dan perkembangan kebijakan, prioritas pemerintah, regulator, dan masyarakat global terkait peran teknologi keuangan dalam mereformasi sektor keuangan dan ekonomi.”ujar Dino melalui rilis yang diterima Investor (1/10).

Proses terpilihnya Awan Tunai melalui seleksi yang ketat, dan hal tersebut merupakan kepercayaan yang langka bagi perusahaan fintech agar bisa memaparkan model bisnis di depan para pemimpin dunia. “Visi jangka panjang kami adalah memberikan akses keuangan yang produktif kepada pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usahanya secara lebih baik. Lewat partisipasi kami dalam ajang tahunan ini, kami semakin terdorong untuk mewujudkan inklusi keuangan yang lebih baik dan merata,” lanjutnya.

United Nations Capital Development Fund (UNCDF), badan PBB di bidang pendanaan khususnya bagi negara berkembang, menyambut baik partisipasi AwanTunai dalam ajang ini. Disampaikan UNCDF Digital Specialist April Khor, banyak peluang untuk memberikan solusi inovatif yang mengadopsi revolusi digital di Indonesia, yang digunakan untuk meningkatkan kapabilitas bagi masyarakat berpenghasilan kecil dan menengah. UNCDF senang dapat mendukug upaya-upaya ini melalui UNCDF Finlab dan optimis untuk menghadirkan para pelaku usaha Indonesia pada platform global.

“Awan Tunai melalui digitalisasi rantai pasokan tradisional untuk memberikan pinjaman berbiaya rendah, telah memberikan contoh praktik baik model bisnis fintech di Indonesia lewat kontribusi mereka terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 5 (Keseteraan Gender), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur),” ujar April Khor.

Fintech tidak hanya mewakili sebuah komponen inovasi yang sangat dibutuhkan oleh sektor layanan keuangan, namun menjadi kesempatan terbaik dalam menjawab kesenjangan pembiayaan. Indonesia, dengan 50 juta pelaku UMKM dan kesenjangan pembiayaan hampir mencapai 45 persen, memiliki kesempatan untuk meraih manfaat terbesar dari perkembangan ekonomi digital.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar mendukung keikutsertaan Indonesia dalam program tersebut. “Fintech memiliki peluang yang sangat besar dalam membuka akses bagi seluruh lapisan sosial-ekonomi di tanah air melalui ekonomi digital. Seluruh potensi dan kesempatan tersebut mensyaratkan koordinasi yang baik dan efektif antara regulator, pemerintah dan sektor swasta, untuk memastikan bahwa momentum diciptakan terus menguat. Kami turut bangga lewat partisipasi AwanTunai yang dapat mewakili bentuk usaha fintech di Indonesia yang aman, berkelanjutan, serta turut mendorong terciptanya inklusi keuangan di Indonesia,” jelasnya.

AwanTunai hadir untuk membantu mendukung kemandirian finansial bagi masyarakat Indonesia khususnya sektor underbanked. Bekerja sama dengan pedagang grosir dan distributor di sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods), AwanTunai menyediakan fasilitas pembiayaan berbasis teknologi untuk membantu para pelaku UMKM, khususnya para pedagang warung. Solusi ini bertujuan agar mereka dapat mengembangkan usaha menjadi lebih produktif lewat kemampuan mengatur modal dan perputaran uang dengan lebih baik.

Sampai akhir tahun ini, Awan Tunai memiliki target untuk bekerja sama dengan 100 pedagang grosir dan distributor, serta menyalurkan pinjaman produktif berbasis teknologi kepada lebih dari 5000 pedagang kelontong. Selain itu, sejumlah agenda ekspansi juga telah disiapkan oleh Awan Tunai untuk merambah pasar rural di luar wilayah Jabodetabek, sebagai bagian dari upayanya untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif keuangan.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA