Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto Ilustrasi: duniafintech.com

Fintech. Foto Ilustrasi: duniafintech.com

Bangun Pecaya Sosial Hadirkan Credit Scoring bagi Perusahaan Keuangan dan Fintech

Aris Cahyadi, Rabu, 6 November 2019 | 13:02 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bangun Percaya Sosial (BPS) resmi mendapatkan izin usaha perusahaan penyedia Inovasi Keuangan Digital (IKD) dalam klaster kredit skoring yang tercatat dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Presiden Direktur BPS Arnold Hiras Simorangkir mengatakan, produk BPS berupa sistem credit scoring akan menjadi salah satu konduit terpenting dari bisnis kredit tanpa agunan di perbankan maupun operasi peer to peer (P2P) lending dari perusahaan fintech.

"Produk BPS akan menjadi katalis penting dari upaya pemerintah untuk mencapai target 75% inklusi finansial di Indonesia," kata Arnold dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11).

Dia menjelaskan, BPS memiliki produk andalan yang sangat dibutuhkan semua perusahaan keuangan dan fintech, salah satunya adalah credit scoring. Model penilaian kredit diluncurkan oleh BPS untuk membantu industri keuangan Indonesia dalam mengevaluasi secara objektif dan komprehensif risiko gagal bayar (default risk) dari peminjam individual.

Menurut Arnold, keberadaan credit scoring yang berintegritas bukan hanya bisa membantu mencegah naiknya risiko kenaikan non performing loan (NPL) di perusahaan keuangan, tetapi juga bisa membantu terbuka luasnya akses masyarakat ke layanan jasa keuangan. "Kesemuanya akan bermuara pada terciptanya stabilitas di sektor keuangan Indonesia," ujar dia.

Secara spesifik, lanjut Arnold, produk-produk teknologi artificial intelligence (AI) dari BPS memiliki beberapa fitur. Pertama, multi platform detection (MPD), fitur teknologi keuangan yang mampu mendeteksi apakah seorang peminjam pernah mengajukan pinjaman di beberapa aplikasi peminjaman berbeda.

Fitur kedua yakni credit score (CS) yang menampilkan tingkat kelayakan kredit dari seorang peminjam berdasarkan informasi dasar dari peminjam bersangkutan. Ketiga, fraud score (FS), fitur yang memberi gambaran apakah seorang peminjam berpotensi melakukan penipuan.

Keempat, multi platform score (MPS) yang merupakan fitur untuk membantu perusahaan melakukan evaluasi secara kolektif, dan memberi nilai, terhadap seorang peminjam berdasarkan catatan di beberapa aplikasi peminjaman yang berbeda.

Sumber : PR

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA