Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

DigiAsia: Fintech Perpanjangan Tangan Bank dan Akses Finansial di Daerah

Aris Cahyadi, Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:28 WIB

JAKARTA. investor.idFinancial technology (fintech) dinilai bukan pesaing bank konvesional namun lebih sebagai alternatif pendanaan yang menggabungkan akses keuangan dengan teknologi digital selain lembaga keuangan konvensional. Pasalnya, jika dilihat dari skema bisnis yang dijalankan, kedua industri ini saling membutuhkan satu sama lain.

"Hubungan antara perusahaan fintech dan perbankan sangatlah erat. Jika misalnya bank mau menyalurkan kredit, mereka bisa ajak kerja sama fintech, terutama di kota-kota kecil dimana bank tersebut tidak memiliki cabang," kata Chief of Executive Officer DigiAsia Bios Hermansjah Haryono dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily.

Menurut dia, perusahaan fintech sangat membantu bank konvensional dalam meningkatkan akses keuangan hingga ke pelosok-pelosok daerah. Apalagi, fintech hanya membutuhkan teknologi dan jaringan internet untuk bisa menjangkau masyarakat di area tersebut.

"Sedangkan, bank konvensional harus punya kantor cabang dan pegawai di daerah tersebut. Jadi, kedua industri ini hubungannya saling menguntungkan. Fintech sebagai perpanjangan tangan bank konvensional di daerah," jelas Herman.

Herman menambahkan, fintech juga membutuhkan bank konvensional untuk menyimpan uang nasabah. Saat ini, DigiAsia Bios tengah menjajaki kerja sama dengan bank-bank daerah serta perusahaan-perusahaan besar yang memiliki jaringan hingga ke pelosok-pelosok.

"DigiAsia sebagai fintech yang memiliki strategi bisnis business to business to customer atau B2B2C merasa peluang di industri fintech masih sangat besar, apalagi di daerah-daerah. Jadi, pasarnya masih sangat luas. Padahal, lebih banyak daerah yang membutuhkan akses finansial melalui pemain di bisnis fintech ini," pungkas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA