Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Dukung Inklusi Keuangan, Aftech Kaji Ulang Kebijakan Keagenan

c04, Rabu, 10 Juli 2019 | 09:16 WIB

JAKARTA.investor.id – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) sedang mengkaji kebijakan distribusi keagenan guna mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Hal tersebut dianggap akan berpengaruh positif terhadap industri financial technology (fintech).

Ketua Umum Aftech Niki Santo Luhur mengatakan, guna mendukung inklusi keuangan Indonesia pihaknya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji kembali kebijakan tentang distribusi keagenan. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi agen menjangkau hingga wilayah pelosok.

"Salah satu yang sedang kami kerjakan bersama OJK adalah mengkaji kembali kebijakan tentang agen. Salah satu kuncinya untuk menjangkau segmen-segmen yang unbanked di pelosok yakni agen. Itu yang paling penting," kata Niki di Jakarta, Selasa (9/7).

Adapun distribusi pembiayaan melalui agen tersebut bisa melalui agen e-commerce, agen pulsa, atau agen listrik. Niki menyebutkan terdapat cukup banyak fintech yang bergerak dibidang tersebut. Namun, infrastruktur juga perlu untuk diperhatikan.

Menurut dia, konsep keagenan harus dibangun sendiri oleh industri apalagi jaringan distribusi tersebut digerakkan langsung oleh manusia. "Ini yang selama ini kami coba untuk meningkatkan inklusi keuangan dan infrastruktur efisien. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap pengeluaran membangun infrastruktur dan harga kepada konsumen juga ikut efisien," tambah dia.

Pihaknya mencatat fintech telah menyumbang instrumen nontunai sebesar Rp 198,7 juta dari Juni 2018 hingga Mei 2019. Adapun tercatat pertumbuhan nilai nilai nontunai tersebut sebesar 10%, sedangkan pertumbuhan juga terjadi pada transaksi sebesar 22%.

Di sisi lain, Niki menyampaikan, nantinya industri fintech tidak lagi membahas mengenai infrastruktur namun lebih pada meningkatkan pelayanan yang ada. Hal tersebut diprediksi industri nantinya akan memiliki fokus bisnis yang berbeda-beda.

"Konsumen akan memilih layanan yang diinginkan. Ini akan meningkat kompetisinya, ini baik untuk konsumen dan industri. Saya kira ke depan bukan lagi membahas soal infrastruktur, tapi lebih seperti industri meningkatkan layanannya. Hal tersebut juga akan membuat bsinis fintech semakin merata," jelas dia.

Dia menambahkan, akan tumbuh perusahaan-perusahan fintech baru yang diikuti juga penyesuaian pasar oleh industri. Dalam hal ini perusahaan yang paling baik layanannya dan mengerti kebutuhan konsumen akan bertahan. "Kami ingin hal seperti ini membuat ekosistem bisnis berkembang lebih sehat," ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN