Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO & Co-Founder Halofina, Adjie Wicaksana (kanan) saat penyerahan hadiah oleh Sekretaris Umum KAFEGAMA, Friderica Widyasari Dewi (kiri). Start up asal Bandung, Halofina berhasil meraih juara pertama pada ajang Pitching Competition KAFEGAMA Indonesia Fintech Forum 2019 pada Rabu, 4 September 2019 di Auditorium Dhanapala, Jakarta.

CEO & Co-Founder Halofina, Adjie Wicaksana (kanan) saat penyerahan hadiah oleh Sekretaris Umum KAFEGAMA, Friderica Widyasari Dewi (kiri). Start up asal Bandung, Halofina berhasil meraih juara pertama pada ajang Pitching Competition KAFEGAMA Indonesia Fintech Forum 2019 pada Rabu, 4 September 2019 di Auditorium Dhanapala, Jakarta.

Fintech Halofina Juarai Pitching Competition KAFEGAMA 2019

Mashud Toarik, Jumat, 6 September 2019 | 17:27 WIB

Jakarta, investor.id – Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) menggelar Indonesia Fintech Forum 2019 (IFF 2019). Acara yang Mengusung tema percepatan tranformasi digital ekonomi ini berlangsung di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan RI pada, Rabu (4/9/2019).

Sebagai catatan, organisasi yang didirikan pada 10 Oktober 2015 tersebut saat ini dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo sebagai Ketua Umum, sementara Sekretaris Umum dijabat oleh mantan Dirut KSEI, Friderica Widyasari Dewi. Keduanya memimpin KAFEGAMA sejak tahun 2018 hingga tahun 2021.

Dalam keterangan resmi KAFEGAMA kepada Majalah Investor pada, Jumat (6/9/2019) disebutkan, acara ini merupakan bentuk kepedulian KAFEGAMA terhadap perkembangan ekonomi digital serta mendorong akselerasi industri keuangan digital di Indonesia.

Dihadiri oleh lebih dari 1.200 peserta, IFF 2019 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang mewakili Presiden RI Joko Widodo.

“Melalui kegiatan ini, para regulator, perbankan, investor dan pelaku usaha fintech dapat dipertemukan untuk bersama-sama mempercepat proses inklusi keuangan digital di Indonesia”, ujar Darmin saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan acara tersebut.

Acara ini juga mengadakan sesi panel discussion bertema “Shaping the Future of Indonesia Fintech Industry” dengan pembicara Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Sugeng, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital, Sukarela Batunanggar, dan dimoderatori Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo sebagai salah satu pelaku industri perbankan yang berkontribusi dalam perkembangan fintech di Indonesia.

Selain menghadirkan regulator, KAFEGAMA menghadirkan expertise dan founder dari pelaku startup yang ada di Indonesia. Sesi panel discussion kedua mengangkat tema "The Untold Story: Why We Survive" dengan menghadirkan pembicara diantaranya SVP Traveloka, Alvin Kumarga, CEO Modalku, Reynold Wijaya, CEO & Co-Founder TaniHub, Pamitra Wineka dan CEO Modal Rakyat, Stanislaus Tandelilin serta dimoderatori oleh CEO & Co-Founder KataData, Metta Dharmasaputra.

Seleksi Startup

Selain itu, acara ini juga memberi kesempatan kepada startup-startup yang ada untuk dapat menyampaikan atau mempresentasikan ide yang dimiliki melalui pitching competition yang juga merupakan salah satu agenda dalam IFF 2019.

Terdapat sekitar 100 startup yang mendaftar untuk selanjutnya diseleksi oleh panitia dan dewan juri sehingga menghasilkan 8 pilihan startup yang memenuhi kriteria seleksi.

Dewan juri yang dihadirkan merupakan individu yang telah memiliki banyak pengalaman di industri keuangan dan startup diantaranya Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida, CEO PT Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Adrian Gunadi serta Direktur Bisnis Konsumer BNI, Anggoro Eko Cahyo. Delapan startup yang ikut berkompetisi akan berhadapan satu dengan lainnya untuk memperebutkan capital injection sebagai hadiah dalam pitching competition ini.

Adapun pemenang pitching competition KAFEGAMA Indonesia Fintech Forum 2019, adalah Halofina, start up asal Bandung yang merupakan aplikasi perencanaan keuangan personal berhasil meraih juara pertama.

Peringkat kedua, Crowde sebagai platform peer to peer landing untuk petani serta peringkat ketiga adalah Portofolio, aplikasi trading untuk pemula.

CEO & Co-Founder Halofina, Adjie Wicaksana mengapresiasi KAFEGAMA sebagai inisiator dari Indonesia Fintech Forum 2019 yang dinilai berhasil memberikan edukasi bagi para pelaku start up di Indonesia.

"Melalui ajang ini, kami dapat langsung bertemu dengan para regulator, investor dan sharing dengan pelaku start up lainnya", ujar Adjie yang merupakan lulusan ITB dan University of Southern California ini.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Umum KAFEGAMA Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa saat ini perkembangan ekonomi keuangan digital di Indonesia juga sudah mengubah kehidupan di sektor riil.

Berbagai inovasi digital di beberapa sektor industri terbukti dapat mempercepat dan memotong proses yang selama ini memakan waktu lama.

“Hadirnya inovasi-inovasi digital di bidang ekonomi dapat mempercepat inklusi keuangan dan ekonomi kita yang saat ini baru mencapai 51%. Melalui fintech juga diharapkan lebih dari 60 juta UMKM yang saat ini belum tersentuh perbankan atau financial services dapat membantu mendorong perekonomian Indonesia”, tutup Perry.

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA