Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Fintech Lending Bisa Jadi Solusi Penyaluran Kredit Perbankan

Kamis, 3 Juni 2021 | 17:58 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menilai, industri financial technology (fintech) peer to peer lending perlu menjadi perhatian. Pasalnya, fintech lending dapat menjadi solusi untuk membantu perbankan dalam menyalurkan kredit secara digital.

"Karena ada keluhan bank kurang agresif menyalurkan kredit, bahkan bank terlalu hati-hati, ini harus ada solusinya. Salah satunya fintech lending perlu diregulasi dan memanfaatkan big data dan AI, diarahkan untuk KYC due dilligence," kata Bambang dalam webinar bertajuk Winning the Competition in Digital Economic Era, Kamis (3/6).

Menurut Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini, pada tahun 2018-2019, fintech lending mampu memberikan nilai tambah bruto untuk produktif sebesar Rp 45 triliun, dan nilai tambah bruto oleh fintech untuk konsumtif senilai Rp 35 triliun. Hal ini tentunya harus bisa dimanfaatkan untuk mendorong penyaluran kredit perbankan yang saat ini masih terkontraksi.

Bambang menyampaikan bahwa fintech lending adalah bagian dari ekonomi dan keuangan digital.

Bambang menyebut, apabila kredit perbankan terus terkoreksi, perekonomian nasional juga akan terdampak. Oleh sebab itu, ke depan arahnya adalah penyaluran kredit secara digital, dan perbankan bisa bekerja sama dengan fintech lending untuk menyalurkan likuiditasnya yang melimpah menjadi kredit.

"Sekarang digital itu masih bicara mobile banking. Ke depan, digital ditandai semakin maraknya fintech, khususnya peer to peer lending yang menyalurkan kredit secara digital," terang dia.

Menurut Bambang, fintech dapat menolong inklusi keuangan dan di sisi lain mendorong bertumbuhnya kredit. Namun, tetap ada risikonya karena menyalurkan kredit secara digital.

Untuk itu, perlu memanfaatkan big data yang diolah guna melihat rekam jejak calon nasabah sebelum diberikan kredit. "Semua bisa dilakukan digital, sertifikat tanah juga menuju digital. KYC juga bisa digital kalau ada big data yang diolah, artinya fintech jadi masa depan kita dengan regulasi yang semakin baik," imbuh Bambang.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN