Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan pada webinar berjudul Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (17/2). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan pada webinar berjudul Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (17/2). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Fintech Lending Salurkan Dana PEN Rp 262 Miliar

Rabu, 17 Februari 2021 | 18:02 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri fintech p2p lending telah menyalurkan pembiayaan terkait program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 262,16 miliar hingga akhir 2020. Nilai pembiayaan itu disalurkan kepada 48.629 rekening penerima pinjaman (borrower).

Hal itu disampaikan Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan pada webinar berjudul Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (17/2). Dia menekankan, penyaluran tersebut dilakukan oleh para penyelenggara resmi di bawah pengawasan regulator.

Menurut Munawar, fintech lending sendiri telah memiliki banyak data masyarakat ataupun usaha kecil yang memang terdampak pandemi Covid-19, sejalan dengan target penerima dana PEN. Terlepas dari program PEN, sebenarnya segmen garapan fintech lending adalah menjangkau masyarakat kecil yang belum terjamah bank (unbankable) atau belum terlayani jasa keuangan lainnya (underserved).

"Lalu terkait program PEN, jumlah sampai des 2020 Rp 262,16 miliar ada 48.629 rekening pinjaman penyaluran PEN. Tentunya adalah fintech p2p lending resmi dibawah pengawasan OJK," demikian ungkap dia dalam webinar tersebut.

Munawar menuturkan, kinerja industri fintech lending juga dirasa cukup baik meskipun perekonomian Indonesia tercatat melambat 2,07% di akhir 2020. Pada saat yang sama, pembiayaan fintech lending turut tumbuh melambat 26,27% (yoy) menjadi Rp 74,41 triliun, padahal di tahun-tahun sebelumnya pembiayaan mampu tumbuh diatas dua kali lipat.

"Dari sisi pertumbuhan memang menurun, tapi ini pertumbuhan yang cukup tinggi jika dibandingkan pertumbuhan-pertumbuhan industri atau pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menerangkan, saat ini terdapat 148 penyelenggara fintech p2p lending dan kurang dari 10 penyelenggara yang diperkenankan untuk menyalurkan pembiayaan dalam rangka mendukung program PEN. Dengan demikian masih terdapat ruang untuk fintech lending berkontribusi lebih besar.

"Kami yakin ini perlahan tapi pasti platform fintech lending akan turun bekerjasama dengan bank jangkar. Karena progres kerjasama fintech lending itu semakin gencar. Kekhawatiran orang tahun lalu bahwa fintech lending akan mendisrupsi bank, ini tidak akan terjadi karena pasarnya besar. Maka penedekatan yang dilakukan adalah kolaborasi," ujar dia.

 

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN