Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan (kiri) menandatangani kerja sama dengan Direktur Utama PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id) Farid Andika.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan (kiri) menandatangani kerja sama dengan Direktur Utama PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id) Farid Andika.

Gandeng Restock.id, Bank Neo Commerce Perbesar Kredit Komersial

Sabtu, 27 Maret 2021 | 10:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id - PT Bank Neo Commerce (BNC) kembali menggelontorkan dana kepada perusahaan teknologi finansial (tekfin) PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id) untuk disalurkan kepada UMKM. Kerja sama dengan tekfin Restock.id diharapkan dapat membantu mempermudah penyaluran kredit kepada sektor UMKM. Data Kementerian Koperasi dan UMKM menyebut per Maret 2021, ada 12 juta UMKM yang telah terhubung ke platform digital, dan pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta UMKM dapat bergabung ke platform digital di tahun 2023.

Direktur Utama Bank Neo Commerce (BNC) Tjandra Gunawan mengatakan, BNC melihat potensi dari bisnis Restock.id, dan memiliki kesamaan visi untuk memajukan UMKM. “Bisnis Restock.id sendiri unik dan sangat menarik, jadi kami ingin berkembang dan tumbuh bersama. Saya berharap kedepannya kerja sama ini akan terus berlanjut dan semakin besar sehingga kami dapat lebih luas lagi membantu usaha UMKM di Indonesia,” tutur Tjandra.

BNC melakukan penyaluran pembiayaan kepada Restock.id sebesar Rp20 miliar dengan tujuan mempermudah pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan melalui skema jaminan aset maupun inventory.

Direktur Utama Restock.id Farid Andika menuturkan, pihaknya mengapresiasi dan bangga dapat bekerja sama dengan bank digital terkemuka Bank Neo Commerce, “Tentu, kami merasa terhormat untuk bisa bekerja sama dengan BNC, kami punya harapan yang sama untuk bisa berkembang bersama dan bisa membantu BNC untuk menyalurkan kredit UMKM kepada pihak-pihak yang berkualitas,” katanya.

Restock.id adalah platform peer-to-peer lending (P2P) di Indonesia yang menghubungkan pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha dengan kumpulan pemberi pembiayaan yang memiliki dana lebih untuk membiayai usaha tersebut. Restock.id menyediakan pembiayaan bagi UMKM dengan memanfaatkan aset dan inventori usaha sebagai jaminan. Restock.id bekerja sama dengan beberapa warehouse untuk menyalurkan pinjaman bagi perusahaan-perusahaan yang menaruh inventarisnya di warehouse tersebut.

Sebelumnya, BNC juga telah mengucurkan pembiayaan yang serupa ke Crowdo, platform teknologi finansial (fintech) P2P besutan PT Mediator Komunitas Indonesia dan Esta Kapital milik PT Esta Kapital Fintek dalam penyaluran kredit dalam penyaluran modal kerja untuk UMKM masing-masing senilai Rp30 miliar untuk Crowdo dan Rp20 miliar untuk Esta Kapital.

Dalam kemitraan ini ada penawaran teknologi dan infrastruktur digital secara menyeluruh untuk bank digital. Tjandra menuturkan kedepannya, BNC masih akan melakukan penyaluran kredit komersial kepada mitra-mitra lain sampai akhir tahun 2021.

“Di awal tahun ini, BNC telah berhasil bekerja sama dengan tiga perusahaan teknologi finansial di Indonesia dengan total penyaluran kredit untuk pelaku UMKM senilai total Rp70 miliar. Hal ini merupakan bentuk komitmen BNC untuk turut serta dalam membantu pemerintah untuk memulihkan roda perekonomian melalui UMKM. BNC akan terus aktif untuk mencari mitra lainsekitar 15 hingga 20 mitra lagi khusus untuk kerja sama channeling ini dengan ticket size antara Rp30 miliar hingga Rp50 miliar. Sehingga, sampai akhir tahun 2021, BNC menargetkan akan dapat menyalurkan kredit komersial sebesar Rp500 miliar,” katanya.

Kinerja keuangan BNC masih tetap terjaga tahun 2020. Meskipun dihadapkan dengan tantangan pandemi Covid-19, perseroan masih berhasil mencatatkan untung. Laba bersih yang dibukukan mencapai Rp1,9 miliar per kuartal III 2020, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp12,6 miliar. Aset BNC tercatat mencapai Rp4,2 triliun pada periode tersebut. Kredit yang disalurkan mencapai Rp2,96 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp3,07 triliun.

Sebagai informasi, Bank Neo Commerce, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti, merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 30 tahun di dunia perbankan di Indonesia. Sejak tahun 2019, Akulaku mulai menjadi pemegang saham Bank Neo Commerce (BBYB), dan di tahun 2020, Bank Neo Commerce bertransformasi menjadi bank digital, dimulai dengan pergantian nama bank dan juga dikukuhkannya Bank Neo Commerce menjadi Bank Buku II oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK).

“Kami terus pantau perkembangan kedepannya, kalau ternyata kerja sama yang sudah terjalin ini berdampak baik dan benar-benar terserap, bukan tidak mungkin kita bisa naikkan ticket size pembiayaan lagi”, tutup Tjandra.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN