Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Akulaku

Akulaku

Hingga Juli 2020 Akulaku Restrukturisasi 13.876 Debitur

Selasa, 28 Juli 2020 | 23:35 WIB
Fajar Widhiyanto

Pandemi Covid-16 yang diikuti oleh upaya pencegahan penularannya dengan pembatasan sosial atau jaga jarak sosial (physical distancing), tak ayal mengakibatkan terhambatnya mobilitas ekonomi publik. Terbatasnya mobilitas pun berujung pada kolapsnya perekonomian masyarakat, termasuk mereka yang selama ini mengandalkan permodalan aktivitas usahanya lewat fintech peer to peer lending serta perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Sejumlah debitur pembiayaan akhirnya harus menjalani restrukturisasi agar kelangsungan usaha mereka tetap terjaga, plus kemampuan bayar mereka pada kreditur.

Seperti yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan Akulaku yang dibesut oleh PT Akulaku Finance Indonesia, hingga Juli 2020 diketahui telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar.

Disampaikan Presdir PT Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga, relaksasi kredit diberikan untuk membantu meringankan beban para nasabah yang terdampak wabah Covid-19. Menurutnya secara keseluruhan nasabah yang mengajukan keringanan mencapai 36.478 nasabah. Namun, tidak semua pengajuan yang disetujui karena adanya ketidaksesuaian kriteria maupun kelengkapan dokumen.

“Perusahaan menjalankan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan restrukturisasi maupun relaksasi. Pelaksanaan kebijakan ini sekaligus juga merupakan proses pengkinian data konsumen seperti yang diamanatkan di dalam Peraturan OJK. Semoga kebijakan ini bisa membantu meringankan para debitur yang terdampak dari pandemi COVID-19. Kami juga ingin menginformasikan bahwa keadaan perusahaan tetap terjaga dan debitur yang memenuhi syarat bisa mendapatkan keringanan,” kata Efrinal dalam pernyataannya yang diterima redaksi (28/7).

Menurut Efrinal, Akulaku sebagai perusahaan penyedia layanan kredit online ikut menjalankan kebijakan restrukturisasi kredit, sebagaimana arahan pemerintah. Restrukturisasi ini merupakan kebijakan yang diterbitkan oleh OJK, sebagai Lembaga pengawas industri keuangan Indonesia. Kebijakan tersebut salah satunya bertujuan untuk meringankan beban cicilan para nasabah Lembaga keuangan di Indonesia.

Keringanan dalam pembayaran atau relaksasi salah satunya diterima oleh Hamdi, seorang mitra ojek online sekaligus seorang staf dari perusahaan logistik yang mengaku bersyukur mendapat relaksasi atau restrukturisasi kredit dari Akulaku Finance Indonesia. Ia mengaku mendapat informasi mengenai relaksasi dari koleganya dan melalui notifikasi atau pemberitahuan langsung dari aplikasi yang dia miliki.

Ia mengaku selama pandemi atau sejak April 2020 telah dibebaskan dari pembayaran cicilan. “Jadi sampai dua bulan tanpa ada cicilan. Saya bulan April kemarin gak ada bayar cicilan,” katanya.

Hamdi mengaku sudah lama menggunakan layanan kredit online yang membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun menggunakan pinjaman Akulaku untuk membantu usahanya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN