Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Home Credit. Foto: rt.com

Home Credit. Foto: rt.com

Home Credit Beri 100 Beasiswa Coding Penyandang Disabilitas

Kamis, 29 April 2021 | 17:43 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan pembiayaan berbasis teknologi Home Credit Indonesia (Home Credit) memberikan 100 beasiswa coding bagi penyandang disabilitas. Beasiswa hingga kelas mahir itu diharapkan bisa membuka jalan menjadi tenaga ahli profesional.

Dalam hal ini, Home Credit bekerja sama dengan Dicoding Indonesia sebagai fasilitator program. Beasiswa yang diberikan kepada para peserta mencakup seluruh biaya pelatihan mulai dari kelas dasar (basic) sampai ke mahir (advanced).

Direktur External Affair Home Credit Andy Nahil Gultom menyampaikan, program beasiswa coding dari Home Credit itu terbuka lebar bagi para penyandang disabilitas, apapun keterbatasannya. Hal yang paling penting adalah mereka memiliki semangat dan keyakinan kuat untuk bisa sukses berkarir di bidang teknologi, maka beasiswa tersebut merupakan kesempatan yang patut untuk diambil.

Dia pun meyakini, banyak difabel yang memiliki talenta dan potensi besar namun terkendala akses dan kurang dilibatkan dalam kehidupan sosial. Jika melihat data Susenas 2018, sebanyak 37 juta jiwa atau sekitar 14% dari 267,7 juta jiwa di Indonesia menyandang disabilitas. Sebanyak 19 juta jiwa di dalamnya masuk ke dalam kategori usia produktif.

"Namun kebanyakan dari mereka adalah pekerja informal. Untuk itu, Home Credit ingin membuka akses bagi teman-teman difabel agar dapat hidup setara dengan masyarakat pada umumnya tanpa terkendala hambatan karena keterbatasan fisik mereka," ucap Andy melalui keterangannya, Kamis (29/4).

Program beasiswa coding dari Home Credit memiliki alur pembelajaran yang didesain oleh Dicoding Indonesia sebagai Google Developers Authorized Training Partner. Penyelenggaraan kelas dilakukan secara bertahap dari bulan Mei 2021 hingga Februari 2022 yang terdiri dari kelas dasar, pemula, menengah, hingga mahir.

Setiap kelas memiliki modul masing-masing dengan kurikulum yang berstandar industri global dan berfokus pada praktek langsung. Program beasiswa coding dari Home Credit masih membuka pendaftaran hingga tanggal 30 April 2021 melalui beasiswadisabilitas.dicoding.com.

Chief Operating Officer Dicoding Indonesia Kevin Kurniawan menuturkan, kali pertama bagi Dicoding memfasilitasi beasiswa dari kelas pemula hingga mahir yang ditujukan bagi penyandang disabilitas. Inisiatif Home Credit itu patut diapresiasi, apalagi melihat tenaga profesional di bidang teknologi kian dibutuhkan.

"Dengan adanya tuntutan revolusi industri 4.0 ditambah dengan tingginya adaptasi digital di kalangan masyarakat Indonesia, banyak perusahaan yang mengembangkan tim IT secara masif dan serius. Apalagi melihat pola perilaku digital masyarakat Indonesia yang pertama kali mengenal internet dari smartphone, profesi pengembang aplikasi digital sangat dibutuhkan oleh perusahaan," jelas Kevin.

Home Credit menjadi salah satu perusahaan yang mengadopsi teknologi digital secara masif. Melihat berbagai inovasi produk dan layanan yang dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi My Home Credit, maka wajar jika Home Credit memupuk bibit-bibit tenaga ahli IT lewat program coding bersama Dicoding Indonesia. Program tersebut juga turut mendorong akses literasi digital bagi setiap kalangan masyarakat di Indonesia.

Sementara itu, Lulusan Program Dicoding, juga penyandang disabilitas yang kini bekerja sebagai game programmer di FEBE Tech Prayogo mengatakan, kelas khusus seperti coding membutuhkan dana yang tidak sedikit karena menyangkut kurikulum berstandar industri global. Jadi setelah lulus, kesempatan untuk berkarir di berbagai perusahaan terbuka lebar.

"Apalagi bagi kami penyandang disabilitas, sedikit sekali perusahaan yang mau mempekerjakan orang-orang seperti kami. Namun dengan adanya pelatihan secara komprehensif disertai sertifikasi, maka saya percaya perusahaan lain, tidak hanya Home Credit, akan lebih terbuka untuk menerima teman-teman difabel," ungkap Prayogo.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN