Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Aftech Niki Luhur (kiri), Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi (kanan), Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya (kanan kedua), dan Advisor Grup Inovasi Keuangan OJK Widyo Gunadi (kedua kiri) saat jumpa  pers mengenai Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019 di Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Ketua Umum Aftech Niki Luhur (kiri), Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi (kanan), Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya (kanan kedua), dan Advisor Grup Inovasi Keuangan OJK Widyo Gunadi (kedua kiri) saat jumpa pers mengenai Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019 di Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

IFSE 2019, Ajang Fintech Kenalkan Model dan Kontribusi Bisnis

Prisma Ardianto, Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:54 WIB

JAKARTA, investor.id – Kegiatan financial technology (fintech) terbesar, Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019 segera digelar di Jakarta Convention Centre (JCC), pada 23-24 September 2019. Acara tersebut akan menjadi ajang para pelaku usaha fintech memperkenalkan berbagai model bisnis dan kontribusi mendorong inklusi keuangan.

"Indonesia Fintech Summit and Expo 2019 akan menjadi ajang bagi para perusahaan fintech dan sektor keuangan, untuk memperlihatkan kontribusi nyata mereka mendukung target inklusi keuangan sebesar 75% tahun 2019 yang sudah dicananagkan oleh pemerintah," ungkap Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Niki Luhur di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dalam acara IFSE 2019, Aftech menggandeng Ototritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta didukung oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Dalam pagelaran yang bertema Innovation of Inclution tersebut, para pengunjung juga akan mengetahui beragam wujud model bisnis yang dilakukan oleh sekitar 120 fintech.

Bahkan, saat penyelenggaraan, sambung Niki, seluruh ekosistem yang ada di industri fintech saat ini akan ditampilkan. Dengan demikian, hal itu diharapkan bisa menambah pengetahuan dan mendorong literasi di industri fintech. "Pada expo itu bisa terjun langsung ke wujud bisnis yang nyata, semua ada contohnya di sana. Kita dapat melihat ekosistemnya. Oleh karena itu, mudah-mudahan dapat mendorong inklusi keuangan di Indonesia," jelas Niki.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi menyatakan, melalui acara IFSE 2019, pihaknya akan melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai model binis fintech peer to peer (P2P) lending. Adapun nantinya berbagai lini bisnis fintech P2P lending konsumtif, produktif, dan financing termasuk syariah dihadirkan.

"Berbagai perusahaaan fintech P2P lending akan memberikan program edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memiliki perusahaan fintech P2P lending yang sudah terdaftar di OJK, dan bagaimana menggunakan layanan pinjaman online secara bertanggung jawab," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya mengatakan, berbagai ragam solusi finansial akan disesuaikan melalui fintech syariah pada penyelenggaraan IFSE 2019. "Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukan keberagaman dan potensi fintech syariah di Indonesia yang belum dimiliki oleh negara lain. Hal ini penting karena kami melihat begitu besarnya potensi fintech syariah dalam mendorong inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia," ujar dia.

Di sisi lain, Aftech, AFPI, dan AFSI juga akan menggunakan momentum IFSE 2019 untuk meluncurkan Joint Code of Conduct on Responsible Fintech Innovation. Ini adalah komitmen bersama untuk melakukan standardisasi dan memberikan panduan umum bagi seluruh pelaku industri fintech, terkait prinsip-prinsip dasar pelaksanaan bisnis.

Lebih lanjut, Niki menjelaskan, join code of conduct tersebut akan membahas pengaturan minimal terkait kewajiban penyelenggara fintech. Hal ini seperti memastikan perlindungan konsumen, perlinfungan dan privasi data pribadi, mitigasi risiko siber, mekanisme minimal penanganan aduan konsumen, dan topik penting lainnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA