Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teknologi Incop - Intelligent Connection Profiling System merupakan salah satu teknologi yang digunakan oleh AdaKami untuk melakukan analisa, sekaligus perlindungan data menggunakan teknologi AI

Teknologi Incop - Intelligent Connection Profiling System merupakan salah satu teknologi yang digunakan oleh AdaKami untuk melakukan analisa, sekaligus perlindungan data menggunakan teknologi AI

Incop (Intelligent Connection Profiling System), Cara Terbaru Deteksi Penipuan Pinjaman Online

Senin, 7 Juni 2021 | 18:03 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Sepuluh tahun lalu, orang-orang masih menggunakan jejaring pertemanan saat meminjam uang untuk berbagai kebutuhan. Selain lingkup pertemanan, Bank jadi salah satu tempat untuk peminjaman dana yang jadi pilihan. Tapi hari ini, kehadiran fintech P2P Lending mengubah cara banyak orang meminjam uang.

Kini proses meminjam jadi lebih efektif. Masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu dengan menghabiskan waktu di bank, menyiapkan berkas yang sangat banyak, hingga menunggu waktu persetujuan berminggu-minggu.

Fintech P2P Lending memang bisa jadi salah satu solusi terbaik saat ini bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana hanya melalui smartphone mereka. Kemudahan yang ada dalam sebuah aplikasi P2P Lending bisa menghemat waktu dan membuat proses peminjaman jadi lebih efektif, efisien, dan transparan. Namun, kemudahan dari pengajuan pinjaman kerap disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Penipuan dengan berbagai motif ini kerap ditemui belakangan ini, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Menurut data yang dihimpun Action Fraud, tingkat aduan terkait penipuan online terus meningkat ketimbang sebelum masa pandemi.

Penipuan online saat ini pun memiliki berbagai macam modus yang mengharuskan nasabah perlu semakin jeli dan berhati-hati. Setidaknya ada 3 jenis modus penipuan pinjaman online yang kerap ditemui.

Pencurian dan pemalsuan data pribadi

Pencurian data pribadi untuk kemudian digunakan sebagai identitas palsu untuk mengajukan pinjaman menjadi salah satu metode yang kerap digunakan oleh sindikat penipuan online. Dalam kasus ini, tidak hanya masyarakat umum yang menjadi korban, pihak penyedia pinjaman pun kerap dirugikan dengan modus penipuan tersebut.

Mudahnya orang-orang membagikan informasi tentang kehidupan pribadi di dunia maya saat ini menjadi salah satu celah bagi oknum tidak bertanggung jawab menyalahgunakan data untuk keperluan pribadi.

Terkait dengan pemalsuan data, misalnya seperti penipu yang menyamar sebagai lembaga tertentu kepada calon peminjam, atau sebaliknya, penipu yang menyamar sebagai calon peminjam dengan menggunakan data palsu kepada lembaga peminjam.

Kejahatan berkelompok

Ada banyak cara yang dilakukan penipu untuk mengelabui korbannya. Kejahatan berkelompok umumnya memang sudah terorganisir dengan rapih. Untuk mengelabui korban, jaringan kejahatan berkelompok ini pun akan menjalankan perannya masing-masing.

Perantara penipuan

Serupa dengan kejahatan berkelompok, perantara penipuan memiliki sindikat yang lebih luas lagi. Modus penipuan pinjaman online seperti ini lebih sulit untuk dideteksi, hal ini karena perantara penipuan melibatkan banyak orang yang terlihat “samar” sebagai seorang penipu karena perannya yang mendukung aktivitas penipuan.

Peran-peran yang dimainkan penipu ini pun sangat terorganisir, contohnya seperti pengumpul data dan informasi, penyebar hoaks, hingga peran-peran lainnya.

Banyaknya modus dan cara-cara yang selalu dilakukan oleh penipu membuat lembaga peminjaman P2P Lending dalam hal ini perlu untuk terus memperbarui sistem keamanan digital. Karena tidak hanya merugikan calon nasabah, lembaga peminjaman pun bisa dirugikan karena banyaknya aksi nakal penipu yang menggunakan data palsu atau data hasil curian untuk mengajukan pinjaman.

Salah satu fintech P2P Lending yang melakukan inovasi dan meningkatkan sistem keamanan digital untuk menekan risiko penipuan tersebut adalah AdaKami.

Perusahaan fintech yang berada di bawah PT Pembiayaan Digital Indonesia tersebut memiliki sistem Incop yang secara khusus mendeteksi aksi penipuan dengan metode investigasi dan mitigasi, didukung dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang dapat mendeteksi indikasi penipuan dengan akurat.

Mengenal sistem Incop lebih dalam

Secara sederhana, teknologi Incop - Intelligent Connection Profiling System merupakan salah satu teknologi yang digunakan oleh AdaKami untuk melakukan analisa, sekaligus perlindungan data menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang fokus pada tiga mata rantai utama dalam proses bisnis pinjaman, yakni sebelum meminjam, selama masa peminjaman, dan pasca peminjaman.

Selain itu, teknologi AI yang dikembangkan AdaKami dalam hal ini juga mencakup perlindungan big data untuk sistem akuisisi pelanggan sebelum proses peminjaman, sistem intelijen pengendalian resiko peminjaman, sistem model setelah peminjaman, sistem penagihan yang cerdas dan sistem pelayanan.

Incop menggunakan teknologi dengan algoritma yang cukup kompleks, termasuk pengumpulan data nomor telepon pelanggan, kemudian memindai penggunaan nomor telepon tersebut (mencari tahu apakah nomor tersebut sudah pernah digunakan untuk melakukan pinjaman atau tidak).

Pola ini dilakukan untuk memastikan calon nasabah tersebut benar-benar menggunakan identitas asli, bukan identitas hasil pencurian, atau identitas palsu, sekaligus untuk mengenali riwayat kredit dari identitas tersebut. Ini merupakan bagian sederhana dari cara mendeteksi penipuan online. Sehingga risiko penipuan online yang dilakukan oleh sindikat tertentu bisa diminimalisir.

Jika diketahui ada kejanggalan, maka sistem dari Incop akan memberitahukan kepada pihak perusahaan terkait rate potensi penipuan. Bahkan dalam kadar tertentu, sistem secara otomatis akan memblokir atau bahkan memasukkan identitas dan nomor telepon tersebut ke dalam daftar blacklist.

Bagi calon nasabah, penting untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem keamanan yang dimiliki oleh perusahaan peminjaman dana. Sistem Incop yang dikembangkan AdaKami jadi salah satu bukti dan langkah preventif yang dilakukan untuk menutup celah penipuan masa kini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN