Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perusahaan berbasis teknologi finansial (tekfin) yang menyediakan produk pembiayaan dengan skema Peer to Peer Lending, Jembatan Emas, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mendukung permodalaan  usaha bagi masyarakat  binaan BNN

Perusahaan berbasis teknologi finansial (tekfin) yang menyediakan produk pembiayaan dengan skema Peer to Peer Lending, Jembatan Emas, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mendukung permodalaan usaha bagi masyarakat binaan BNN

Jembatan Emas Dukung Permodalan Usaha Masyarakat Binaan BNN

Selasa, 28 Juli 2020 | 15:26 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan berbasis teknologi finansial (tekfin) yang menyediakan produk pembiayaan dengan skema Peer to Peer Lending, Jembatan Emas, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mendukung permodalaan usaha bagi masyarakat binaan BNN yang saat ini telah mencapai hingga lebih dari 93 ribu orang pelaku UMKM yang tersebar di 654 lokasi di Indonesia.

Mereka akan mendapatkan bantuan permodalan berdasarkan crowdfunding melalui platform www.JembatanEmas.id.

Dalam sambutannya, Kepala BNN Komjen Heru Winarko, dalam keterangan tertulis mengatakan bahwa kerjasama dengan Jembatan Emas merupakan yang pertama dan sangat berkesan.

“Kerjasama BNN dengan Jembatan Emas ini selain memberdayakan masyarakat juga membantu melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba di 117 area. Selama ini tidak pernah ada industri keuangan (Bank, BPR, Multifinance, dsb) yang mau melirik UMKM Masyarakat Binaan. Namun Jembatan Emas datang sebagai alternatif kebutuhan dana untuk para UMKM Masyarakat Binaan sehingga mereka dapat memulai produksi atau bahkan meningkatkan hasil produksinya. Karena Masyarakat Binaan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab BNN atau pemerintah semata tetapi juga Masyarakat luas oleh itu peran swasta sangat dibutuhkan," jelasnya.

Masyarakat Binaan, kata dia, dalam memulai usaha maupun meningkatkan usahanya tidak terlepas dari peran semua pihak, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah tetapi juga pihak swasta.

"Harus bersama-sama, tidak bisa sendirian, semuanya. Baik yang pemerintah maupun swasta", tambahnya.

Disini Jembatan Emas berperan aktif dalam membantu masyarakat binaan dalam hal permodalan. Hal ini juga sesuai dengan Visi dan Misi Jembatan Emas untuk berperan aktif dalam meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dan mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Selama ini platform Fintech Lending selalu dipandang jelek dan mendapatkan konotasi buruk di kalangan masyarakat. Contohnya para debt collectoryang melakukan tindak kejahatan dan intimidasi dalam proses penagihan, mempermalukan peminjam dengan menyebarluaskan data-data pribadinya, dan masih banyak lagi,” katanya.

Pihaknya ingin mengubah konotasi negatif itu menjadi positif, dan membuktikan bahwa Fintech Lendingadalah perusahaan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat. Yaitu dengan cara memberikan permodalan kepada Masyarakat Binaan BNN yang memiliki masa lalu kelam, sehingga mereka bisa mendapatkan kesempatan baru, masa depan yang baruuntuk memulai kehidupan yang lebih baik”, ujar Direktur Utama Jembatan Emas, Robert Rompas.

Jembatan Emas adalah platform P2P Lending yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor surat 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan aman, Jembatan Emas bersinergi dengan ASLI RI, perusahaan Verifikasi Biometrik asal Indonesia untuk proses Pengenalan Pelanggan Secara Digital atau biasa disebut sebagai E-KYC. Sehingga tingkat resiko setiap transaksi pun bisa dimitigasi secara maksimal.

“Kerjasama kami dengan Jembatan Emas dalammelakukan permodalan kepada Masyarakat Binaan BNN merupakan tantangan sekaligus pembuktian bagi kami bahwa sistem teknologi Verifikasi Biometrik dan E-KYC yang kami rancang ini membawa dampak positif secara nyata, dan bahwa mitigasi risiko tingkat pinjaman dapat benar-benar dilakukan dengan teknologi Biometric VerificationE-KYC tersebut”, ujar Yogi Liman, Chief Information OfficerASLI RI.

Jembatan Emas juga menggadeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Doku, dan JNE membentuk TokoStopNarkoba.com yang merupakan platform e-commerce yang menjual barang-barang hasil ingga kini Jembatan Emas telah aktif menjadi jembatan penyaluran pendanaan kepada lebih dari 10 ribu pengguna, dimana sebagian besar adalah untuk membiayai pelaku UMKM.

Selain itu Jembatan Emas juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Perusahaan online logistic bernamaPaxel, dimana Jembatan Emas membiayai pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pengguna jasa Paxel yang saat ini sudah mencapai lebih dari 600.000 UMKM, perusahaan Outsourcing Triple S, serta beberapa perusahaan ternama lainnya di Indonesia.

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN