Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum (tengah) dan CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler (kanan) dalam press conference Kerja Sama Joint Financing Bank DBS dengan Home Credit di Jakarta, Kamis  (9/5/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum (tengah) dan CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler (kanan) dalam press conference Kerja Sama Joint Financing Bank DBS dengan Home Credit di Jakarta, Kamis (9/5/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Joint Financing dengan Home Credit, Bank DBS Sasar 95 Juta Populasi Unbanked

Gora Kunjana, Kamis, 9 Mei 2019 | 23:15 WIB

JAKARTA -  Berdasarkan data dari World Bank (2017)  masih terdapat  lebih dari 38% dari total 250 juta penduduk atau lebih dari 95 juta penduduk Indonesia yang belum terjangkau produk bank (unbanked population) dan hanya 17% penduduk dewasa di Indonesia yang mendapatkan pinjaman langsung dari institusi finansial. Akan tetapi di sisi lain, data dari We Are Social menyatakan bahwa pada Januari 2019 pengguna smartphone telah mencapai 60% dari total populasi di Indonesia.

Kesenjangan tersebut diisi oleh industri keuangan berbasis teknologi (fintech) yang ditunjukkan dengan semakin menjamurnya perusahaan fintech di Indonesia, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi lisensi kepada 106 fintech berbasis pinjaman per 5 April 2018. Melihat hal tersebut, Bank DBS Indonesia sebagai peraih World’s Best Digital Bank 2018 melalui strategi Ecosystem (menjangkau dan melayani masyarakat) menjalin kerja sama dengan Home Credit Indonesia, perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global dengan lebih dari 3,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

“Kami melihat kesenjangan angka unbanked population yang masih mencapai 38% serta terbatasnya akses pinjaman ke institusi finansial, sementara di sisi lain pesatnya industri fintech di Indonesia yang dipicu tingginya pengguna smartphone yang sudah mencapai 60% sebagai kesempatan  untuk melayani masyarakat dengan solusi digital,” kata Wawan Salum, Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler dan Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum menggabungkan potongan puzzle sebagai simbolis dari kerja sama strategis digital ekosistem yang bertujuan untuk memberikan solusi keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses perbankan. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler dan Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum menggabungkan potongan puzzle sebagai simbolis dari kerja sama strategis digital ekosistem yang bertujuan untuk memberikan solusi keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses perbankan. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

 

Melalui strategi Ecosystem, jelas Wawan Salum, DBS membangun kerja sama dengan Home Credit Indonesia untuk menyediakan solusi keuangan bagi masyarakat yaitu menyediakan pinjaman dengan skema Joint Financing.

“Selain itu, ketika mengajukan pinjaman di Home Credit, nasabah juga dapat membuka rekening bank digibank by DBS secara bersamaan melalui program digibank bundling,” jelasnya menambahkan.

Joint Financing merupakan bentuk kerja sama antara industri perbankan dengan perusahaan multifinance. Dalam kaitan kerja sama ini, Bank DBS dan Home Credit Indonesia memberikan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit yang disalurkan kepada pelanggan Home Credit Indonesia dengan porsi pembiayaan, syarat, dan kondisi yang telah ditentukan dalam menyalurkan pembiayaan kepada end user.

Selain itu, pada saat mengajukan pembiayaan di Home Credit untuk barang-barang impian seperti gadget, smartphone, furniture, barang-barang elektronik dan laptop, calon pelanggan juga dapat membuka rekening digibank by DBS lewat program bundling yang ditawarkan. Prosesnya pun dilakukan secara bersamaan, dengan proses aplikasi 100% paperless, penandatanganan kontrak secara online serta waktu persetujuan atau penolakan hanya sekitar tiga menit saja. Apabila pengajuan pembiayaan di Home Credit disetujui, maka pelanggan akan memiliki rekening digibank by DBS dan memperoleh cashback senilai Rp 100.000 secara otomatis.

Dengan memiliki rekening digibank by DBS pelanggan dapat menikmati seluruh keuntungan dari rekening digibank by DBS seperti transfer gratis ke bank mana saja, tarik tunai Rp 0 di semua ATM, hingga berbagai kemudahan pembelian e-voucher, top up berbagai e-wallet dan pembayaran tagihan bulanan melalui fitur Bayar Beli digibank by DBS.

Kerja sama strategis ini bukan hanya memberikan solusi keuangan yang mudah, cepat dan aman untuk masyarakat yang belum memiliki akses perbankan, namun juga memberikan pengalaman perbankan sederhana untuk pelanggan Home Credit Indonesia melalui digibank by DBS.

“Sejak diluncurkan 18 bulan lalu, digibank by DBS sudah memperoleh 600 ribu rekening baik nasabah dari kaum milenial maupun nasabah prioritas,” kata Wawan Salum.

Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum (tengah) dan CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler (kanan) dalam press conference Kerja Sama Joint Financing Bank DBS dengan Home Credit di Jakarta, Kamis  (9/5/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum (tengah) dan CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler (kanan) dalam press conference Kerja Sama Joint Financing Bank DBS dengan Home Credit di Jakarta, Kamis (9/5/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

 

Dalam kesempatan sama, Jaroslav Gaisler, CEO PT Home Credit Indonesia, mengatakan bahwa Home Credit senantiasa berkomitmen untuk mengubah cara dunia berbelanja dan menjadikan apa yang diinginkan konsumen dalam jangkauan.

“Sejak kami beroperasi di Indonesia tahun 2013, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan berinovasi guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Kami percaya, melalui kemitraan strategis dengan digibank by DBS akan semakin mempermudah akses masyarakat ke perbankan dan memberikan pengalaman belanja yang mudah dan cepat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa nasabah Home Credit selama ini lebih banyak mengajukan pinjaman untuk pembelian smartphone.  

“Plafon fasilitas kredit kami adalah Rp 25 juta untuk barang-barang elektronik, sedangkan untuk furnitur mencapai Rp 50 juta,” pungkas Jaroslav Gaisler. 

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN