Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kredivo

kredivo

Kredivo Lakukan 'Credit Scoring' terhadap 500 Ribu Pengguna Per Bulan

Rabu, 6 Januari 2021 | 20:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo) mampu melakukan credit scoring terhadap 500 ribu pengguna per bulan. Analisis skor kredit tersebut memungkinkan dilakukan lebih cepat melalui adopsi pembelajaran mesin yang meramu data tradisional dengan data alternatif.

Chief Data Officer Kredivo Paramananda Setyawan menyampaikan, sebagai platform fintech lending perseroan terus membantu pemerintah untuk turut mempercepat penyaluran kredit di 2021. Salah satunya dengan fokus meningkatkan inovasi skor kredit yang mampu merangkul pengguna dengan histori kredit terbatas dan tidak terjamah institusi keuangan konvensional.

"Hingga kini, credit scoring Kredivo telah menilai kelayakan kredit lebih dari 500 ribu pengguna tiap bulannya serta mampu menyalurkan kredit bagi lebih dari 2 juta pengguna atau 25% dari basis pengguna kartu kredit saat ini. Lebih dari 60% dari total pengguna tersebut mendapatkan akses kredit pertamanya melalui Kredivo," kata dia melalui siaran pers, Rabu (6/1).

Paramananda mengatakan, adopsi pembelajaran mesin (machine learning) menggunakan kombinasi data tradisional dan data alternatif memungkinkan Kredivo menganalisis skor kredit pengguna dengan metrik setaraf bank, bahkan dalam waktu yang lebih cepat dan efisien. Alternatif tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan gap kredit di Indonesia.

Selama 2020, sambung dia, penyaluran kredit di Indonesia mengalami perlambatan. Selain karena adanya tekanan ekonomi akibat pandemi, kesenjangan (gap) antara kebutuhan kredit masyarakat dan penyaluran dana dari institusi keuangan juga masih menjadi isu krusial.

Dia memaparkan, misalnya dari 260 juta populasi penduduk Indonesia, angka penetrasi kartu kredit baru berada pada angka 3,2%. Salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran kredit adalah terbatasnya riwayat kredit individu. Seperti pemilik usaha informal yang tidak memiliki pembukuan, atau karyawan muda yang baru memulai kariernya sehingga sulit mendapatkan kredit dari lembaga pembiayaan konvensional.

Menurut Paramananda, salah satu yang menjadi kunci dalam menjembatani credit gap di Indonesia hingga mampu mempercepat penyaluran kredit adalah dengan mengembangkan penilaian credit scoring melalui inovasi dan peningkatan variasi data penilaian. Kehadiran fintech lending pun membawa angin segar.

"Melalui teknologi, sistem skor kredit yang dimiliki fintech lending mampu menganalisa profil calon peminjam secara lebih cepat, efisien, komprehensif, dan mengurangi kebiasan data. Hal ini berdampak pada peningkatan kelayakan kredit sehingga mampu memperluas akses kredit bagi masyarakat, dengan proses pengajuan kredit yang lebih mudah dan cepat," ungkap dia.

Paramananda pun mengemukakan, di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini, Kredivo masih tetap mampu menjaga metrik manajemen risiko setaraf mid-tier bank di Indonesia. Namun demikian, akses kredit yang semakin terbuka luas bagi masyarakat karena adanya inovasi skor kredit juga perlu diikuti dengan prinsip kehati-hatian, baik dari pelaku fintech maupun pengguna.

"Kredivo senantiasa menerapkan prinsip responsible lending bagi para pengguna. Kami juga secara aktif melakukan berbagai edukasi terkait literasi keuangan sehingga masyarakat dapat secara bijak memanfaatkan akses kredit digital saat ini," tutup Paramananda.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN