Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja (kanan) dan  Direktur Pengembangan Bisnis iGrow Jim Oklahoma (kiri) saat penandatanganan akuisisi fintech p2p lending iGrow oleh LinkAja, Jakarta, Kamis (29/4). (ist)

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja (kanan) dan Direktur Pengembangan Bisnis iGrow Jim Oklahoma (kiri) saat penandatanganan akuisisi fintech p2p lending iGrow oleh LinkAja, Jakarta, Kamis (29/4). (ist)

LinkAja Akuisisi iGrow, Strategi Memperluas Lini Usaha

Jumat, 30 April 2021 | 11:37 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Layanan dompet digital LinkAja mengumumkan telah melakukan akuisisi terhadap fintech p2p lending PT iGrow Resources Indonesia (iGrow). Langkah akuisisi tersebut bertujuan memperluas lini bisnis LinkAja ke pembiayaan online, terutama untuk sektor produktif UMKM.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja menyampaikan, perluasan lini usaha di bidang pembiayaan merupakan langkah nyata LinkAja dalam memberikan kemudahan akses keuangan dan ekonomi, terutama kepada masyarakat kelas menengah ke bawah serta UMKM. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kemandirian ekonomi.

Selain itu, dukungan pemegang saham LinkAja juga merupakan salah satu modal utama LinkAja. Adapun belum lama ini, LinkAja meraih pendanaan seri B lebih dari US$ 100 juta.Hal itu menjadi modal perusahaan untuk dapat memberikan layanan pembiayaan yang aman, mudah, dan terpercaya.

"Didukung jaringan ekosistem LinkAja yang kuat di berbagai daerah di luar pulau Jawa serta kota tier 2 dan 3, LinkAja berharap dapat memberikan pemerataan akses pembiayaan terhadap pelaku UMKM yang selama ini masih terfokus di pulau Jawa dan kota tier 1," papar Haryati melalui keterangannya, Kamis (29/4) malam.

Dia menambahkan, lini usaha pembiayaan juga diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi ketahanan dan kemajuan bisnis UMKM terutama di tengah pandemi Covid-19. LinkAja yakin bahwa iGrow merupakan partner yang tepat karena memiliki visi dan misi serupa untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung segmen menengah ke bawah terutama kelompok produktif.

Direktur Pengembangan Bisnis iGrow Jim Oklahoma mengungkapkan, pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan LinkAja sebagai penyedia jasa uang elektronik nasional yang memiliki kesamaan tujuan dengan iGrow. Seperti memperkuat perekonomian Indonesia dengan mendukung pertumbuhan UMKM.

"LinkAja merupakan perusahaan yang memiliki fundamental bisnis kuat dengan kolaborasi pemegang saham antara BUMN dan perusahaan teknologi besar. Hal ini akan mempercepat visi dan misi iGrow untuk memberikan impact ke UMKM dan dapat menjadikan iGrow sebagai salah satu pemain utama di bidang pembiayaan sektor produktif," jelas Jim Oklahoma.

UMKM merupakan salah satu tulang punggung perputaran ekonomi Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pelaku UMKM saat ini sudah mencapai 64 juta dengan pertumbuhan 2,02% setiap tahunnya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat beberapa kendala yang dialami oleh UMKM, seperti kurangnya informasi dan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha.

Hal itu juga menjadi alasan pertumbuhan industri pembiayaan online di Indonesia. Berdasarkan data OJK per Desember 2020, total penyaluran pembiayaan baru fintech p2p lending meningkat sebesar 26,5% dibandingkan tahun 2019.

Hingga saat ini, LinkAja telah memberikan kemudahan bagi lebih dari 68 juta pengguna terdaftar melalui ekosistem digital paling lengkap. Saat ini, LinkAja memiliki lebih dari satu juta merchant lokal, lebih dari 370 ribu merchant nasional, 230 moda transportasi, lebih dari 680 pasar tradisional, lebih dari 44 ribu mitra donasi digital, lebih dari enam ribu online marketplace.

Sementara itu, dibentuk pada tahun 2014,  iGrow memiliki visi untuk memperkuat kedaulatan pertanian Indonesia dengan memberikan akses permodalan kepada para pelaku di industri pertanian. Sejak tahun 2014 sampai dengan saat ini, iGrow sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 318 miliar ke lebih dari 10 ribu petani di berbagai wilayah di Indonesia. (pri)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN