Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layanan transaksi dengan LinkAja ini diujicobakan di Stasiun Juanda secara langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, bersama dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Dirut PT KCI Wiwik Widayanti, dan Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana.

Layanan transaksi dengan LinkAja ini diujicobakan di Stasiun Juanda secara langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, bersama dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Dirut PT KCI Wiwik Widayanti, dan Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana.

LinkAja Sasar 600 Ribu Transaksi Pembayaran Tiket KRL per Hari

Nida Sahara, Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:19 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja mengincar 500-600 ribu transaksi pembelian tiket kereta listrik (KRL) per hari setelah efektif pada akhir tahun 2020. Saat ini, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan LinkAja mengadakan uji coba layanan pembayaran tiket Commuter Line dengan menggunakan aplikasi LinkAja.

Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengatakan, pengguna KRL setiap hari ada sekitar 500 ribu orang. Apabila dalam satu hari menggunakan transportasi kereta dua kali, maka terdapat 1 juta transaksi per hari untuk pengguna kereta, pihaknya mengincar 50-60% dari jumlah transaksi tersebut, atau sekitar 500-600 ribu transaksi yang menggunakan LinkAja.

"Target setinggi-tingginya, up to 20% pada tiga bulan awal, dan up to 50-60% pada akhir tahun pertama (2020). Dari total 500-700 ribu orang, atau 1 juta transaksinya karena bolak balik," jelas Danu kepada Investor Daily ditemui di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (1/10).

Dia menjelaskan, potensi transaksi tiket KRL sangat besar, karena banyaknya masyarakat yang setiap hari beraktivitas mengandalkan moda transportasi kereta. Pilihan layanan transaksi tiket bagi pengguna KRL Commuter Line semakin beragam dan inovatif.

Sampai dengan saat ini, secara teknis telah tersedia 200 gate elektronik di 80 stasiun yang telah dilengkapi dengan scanner milik KCI untuk menerima transaksi LinkAja. Selanjutnya, KCI akan menambah jumlah gate elektronik ini hingga mencapai 400 gate.

"Nantinya tahap kedua dibuka 200 gate lagi yang dapat menerima metode LinkAja, tapi kami harus diskusi dengan Bank Indonesia (BI) dulu karena ini untuk massal, makanya kami uji coba dulu. Layanan ini nantinya dapat digunakan di seluruh stasiun KRL Commuter Line," jelas Danu.

Pihaknya menjelaskan, terdapat tiga strategi yang dilakukan LinkAja untuk meminimalkan risiko dari pembelian tiket KRL. "Ada tiga. Pertama, sekali scan itu maksimal akan ketarik Rp 13 ribu, karena itu tarif terjauh kalau naik kereta. Kedua, dari sisi jenis ID tiketnya, cuma berlaku 15-30 detik ketika di-shake, kalau sudah lebih dari itu akan kadaluarsa tiketnya, jadi menghindari kloning. Ketiga, dari sisi online dan offline tiket," ungkap Danu.

Danu mengungkapkan, untuk online dan offline adalah ketika tidak ada sinyal di stasiun kereta, maka dapat menggunakan QR offline, di mana transaksi akan ditarik otomatis ketika sudah ada sinyal lagi.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA