Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Modalku membidik sektor UMKM yang menggunakan platform online untuk memperoleh pembiayaan.

Modalku membidik sektor UMKM yang menggunakan platform online untuk memperoleh pembiayaan.

Maret 2021, Grup Modalku Catat Akumulasi Pembiayaan Rp 22,4 Triliun

Selasa, 30 Maret 2021 | 17:24 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Grup Modalku mencatat akumulasi pembiayaan mencapai Rp 22,4 triliun hingga akhir Maret 2021. Total pembiayaan itu dinilai telah memberikan dampak positif bagi UMKM di masing-masing wilayah, khususnya di Indonesia.

Berdasarkan data Grup Modalku, akumulasi nilai pembiayaan tersebut dibukukan atas lebih dari 4 juta transaksi kepada UMKM. Selain beroperasi di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Malaysia, Singapura, dan Thailand dengan nama Funding Societies.

Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan mengatakan, banyak perkembangan yang terjadi selama lima tahun perusahaan hadir di Indonesia. Termasuk perkembangan bagi industri fintech secara umum, maupun perkembangan bagi UMKM di Indonesia.

“Melalui terobosan dan pendekatan berbasis teknologi, serta penilaian kelayakan kredit yang sesuai dengan karakteristik UMKM, sektor fintech terutama p2p lending memiliki peran penting dalam mendukung pelaku UMKM yang belum tersentuh akses pendanaan lembaga keuangan konvensional,” ujar Iwan Kurniwan, Selasa (30/3/2021).

Modalku, jelas Iwan, melakukan riset untuk melihat dampak yang diberikan perusahaan. Hasil penelitian kepada 350 pelaku UMKM online menunjukkan bahwa pelaku bisnis UMKM dapat mengatur arus kas lebih lancar, meningkatkan produksi bisnis, dan menjaga kelancaran operasional harian bisnis melalui pendanaan dari Modalku.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap UMKM yang bergerak pada berbagai sektor, seperti perdagangan ritel (29%), sektor tekstil, perlengkapan, dan produk kulit (17%), dan produk makanan, minuman, dan tembakau (17%). Jika dilihat dari periode waktu pendirian usaha, 83% dari usaha responden sudah berusia hingga tujuh tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sektor UMKM memiliki potensi berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang.

Sementara itu, temuan menarik dalam penelitian itu turut mengungkapkan bahwa 82% responden belum memiliki PT/CV dalam menjalankan usahanya. Hal itu juga yang dinilai seringkali menjadi hambatan ketika mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional.

Hampir 50% usaha mikro memandang bahwa perizinan usaha menjadi penghambat, sementara lebih dari 50% usaha mikro memandang laporan keuangan masih membatasi. Dari total responden, hanya 27% pelaku UMKM yang pernah mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN