Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Maret, Outstanding Pembiayaan Fintech Lending Tumbuh 28,7%

Senin, 3 Mei 2021 | 20:20 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Outstanding pembiayaan industri fintech p2p lending tumbuh 28,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 19,04 triliun per Maret 2021. Di samping itu, kualitas industri juga terus ditingkatkan dengan jumlah fintech lending berizin yang bertambah menjadi sebanyak 56 entitas.

Hal itu diantaranya disampaikan Juru bicara Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Andi Taufan Garuda Putra. Menurut dia, industri fintech pendanaan terus bertumbuh meski masih terjadi pandemi.

"Kondisi pandemi Covid-19 ini memang berdampak pada industri fintech pendanaan, namun industri semakin membaik dan ini terlihat dari penyaluran pembiayaan yang terus meningkat. Hal ini tak lepas dari upaya bersama asosiasi, anggota, dan khususnya regulator untuk menjaga pertumbuhan industri yang positif," kata Taufan melalui siaran pers, Senin (3/5).

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dalam diskusi Zooming with Primus - Prospek Bisnis Fintech di Indonesia di BeritasatuTV, Kamis (9/7/2020). Sumber: BSTV
Andi Taufan Garuda Putra. Sumber: BSTV

 
Dia mengatakan, AFPI terus berbenah agar industri semakin sehat melalui pembaruan aturan main. Misalnya dengan aturan mengenai kondisi kesehatan dan peran industri terhadap penyaluran pinjaman sektor produktif dan ekonomi luar jawa.

Agar lebih maksimal perannya membuka akses keuangan bagi masyarakat underbanked, AFPI mengajak masyarakat untuk menggunakan platform fintech lending resmi terdaftar dan berizin OJK yang tentunya adalah anggota AFPI.

“Gunakanlah platform fintech p2p lending yang sudah terdaftar dan berizin OJK, waspada tawaran menggiurkan dari pinjol ilegal yang nantinya malah merugikan masyarakat. Cek status platform yang akan digunakan ke website OJK,” kata Taufan.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menyematkan status berizin kepada 10 entitas fintech lending. Dengan begitu, sudah terdapat 56 entitas berizin dari total 146 penyelenggara fintech lending per awal Mei 2021.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah mengatakan dengan semakin banyaknya anggota AFPI yang mengantongi izin usaha, diharapkan industri fintech pendanaan di Tanah Air semakin kredibel dan kokoh. Selain itu, izin usaha tersebut juga diharapkan menutup celah beroperasi fintech lending ilegal yang merugikan industri dan masyarakat.

“Kami ucapkan selamat kepada 10 anggota AFPI yang baru saja mengantongi izin usaha dari OJK. Dengan demikian, sejak awal tahun ini saja, sudah ada 19 member AFPI yang peroleh izin. Ini kemajuan besar, dan kami harapkan, kedepannya akan semakin banyak anggota lainnya mengikuti jejak dari 56 anggota berizin OJK,” kata Kuseryansyah.

Dia mengatakan, AFPI akan terus mendukung para anggota mempercepat perolehan izin usaha OJK. Hal ini karena AFPI tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk DPR untuk mempertimbangkan adanya payung hukum setara Undang-Undang yang mengatur fintech, yakni hanya fintech pendanaan yang berizin OJK saja yang dapat beroperasi di Indonesia.
 
"Kami ingin ada peraturan yang mengatur bahwa hanya fintech berizin OJK yang boleh beroperasi. Anggota kami yang masih berstatus terdaftar, kita dorong agar segera memperoleh status berizin OJK. Hal ini agar tidak ada celah bagi pihak pinjol atau fintech ilegal bermain, jika tetap beroperasi, dengan adanya UU yang mengatur fintech, pinjol ilegal masuk dalam pidana melanggar UU," tandas Kuseryansyah.

Kesepuluh anggota AFPI yang baru saja memperoleh izin usaha OJK per akhir April 2021 yakni Dhanapala, Cicil, 360 KREDI, Kredinesia, Pintek, Modal Rakyat, Solusiku, Cairin, TrustIQ dan KlikKami. Adapun anggota AFPI yang lebih dulu memperoleh izin OJK pada 6 Januari 2021 yakni PINJAM YUK, FinPlus, UangMe, dan PinjamDuit. Peroleh izin per 23 Februari 2021 yakni DANA SYARIAH, BATUMBU, Cashcepat, klikUMKM, dan Pinjam Gampang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN