Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kampanye pencegahan penipuan di industri  fintech.

Kampanye pencegahan penipuan di industri fintech.

Masyarakat Butuh Edukasi tentang Praktik Bisnis Fintech yang Benar

Nabil Al Faruq, Selasa, 29 Oktober 2019 | 10:00 WIB

JAKARTA, Investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus lebih ketat mengawasi industri financial technology (fintech) dan memberikan pemahaman secara terus-menerus kepada masyarakat mengenai praktik bisnis fintech yang benar.

“Dua hal tersebut sangat penting dilakukan untuk mencegah praktik penipuan berkedok investasi. Jika investasi bodong terus marak, itu dapat mengurangi kepercayaan para calon investor untuk berinvestasi di perusahaan fintech,” ujar Kepala Ekonom Tanamduit Ferry Latuhihin dalam sebuah diskusi terbuka di Jakarta, Senin (28/10).

Menurut Ferry, industri fintech yang sehat dan kuat merupakan salah satu kunci menuju pendalaman pasar keuangan (financial market deepening) di Tanah Air yang saat ini dibutuhkan pemerintah untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah harus mendukung industri fintech, baik melalui regulasi yang fintech friendly namun tegas kepada yang melanggar, maupun lewat sosialisasi dan eduksi secara lebih masif kepada masyarakat,” papar dia.

Direktur Tanamduit Muhammad Hanif menambahkan, masyarakat Indonesia secara umum belum paham seluk-beluk investasi. Itu sebabnya, regulator harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Masyarakat harus dibantu. Berinvestasi sekarang sangat mudah karena semua serba online. Nah, ini juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku penipuan berkedok investasi,” tutur dia.

Tanamduit adalah plaform digital yang membantu pelanggan membuat perencanaan keuangan, eksekusi rencana keuangan, dan memonitor perkembangan investasinya.

Tanamduit menyajikan fasilitas self-learning bagi masyarakat yang masih awam berinvestasi, terutama pada produk reksa dana, surat berharga negara (SBN), dan asuransi.

Hingga September lalu, Tanamduit telah menerbitkan lima produk asuransi, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), Hospital Cash Plan oleh Adira Insurance, Jaga Sehat Tropis, Jaga Sehat Pilihanku oleh Jagadiri, dan Gadget Insurance oleh KSK Insurance. Hingga akhir tahun ini, Tanamduit berencana menerbitkan total 20 produk asuransi.

Menurut Hanif, dari kelima produk yang diterbitkan Tanamduit, yang paling menarik adalah asuransi gadget. “Pasar gadget begitu besar, tapi masih banyak handphone yang belum diasuransikan,” ucap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA