Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Menkeu Ungkap Perkembangan Fintech

Rabu, 18 November 2020 | 23:26 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -  Industri finansial teknologi atau fintech terus berkembang pesat di Indonesia dan akan memberikan dan membuka lapangan kerja. Di sisi lain banyak fintech yang muncul dan berkembang dengan kreativitas masing-masing, namun setelah berkembang dapat diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar.

"Fintech ini sementara pada saat yang sama melindungi konsumen dan menciptakan lapangan kerja," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam dalam 2020 Bloomberg New Economy Forum: The Futer of Cities, Rabu (18/11).

Ia mengatakan bahwa, pemerintah ingin memastikan sektor ini teregulasi dengan baik dan memiliki level playing field yang sama dengan perbankan.

"Pemerintah Indonesia telah mengupayakan hal tersebut. Misalnya kesempatan yang sama untuk menjual obligasi ritel Indonesia. Sebelumnya kami hanya mengizinkan perbankan saja yang menjadi agen penjual," ujarnya.

Sri Mulyani. Foto: IST
Sri Mulyani. Foto: IST

Di sisi lain, ia mengatakan fintech banyak memunculkan pertanyaan soal haruskan kedua sektor ini tunduk pada aturan yang sama. Sri Mulyani mencontohkan kasus yang kini sedang dihadapi Tiongkok. Di sana, fintech juga tumbuh pesat. Salah satunya yaitu fintech raksasa bernama Ant Financial, yang tergabung dalam Alibaba, Group perusahaan milik Jack Ma.

“Dalam hal yang sama adalah apakah Anda akan memiliki pengaturan yang sama antara sistem perbankan konvensional tradisional dengan fintech. Dan yang terakhir tentu saja untuk Indonesia, kami benar-benar melihat banyak fintech yang berkembang, dan juga minat yang besar untuk banyak perusahaan, terutama juga dari Amerika Serikat yang datang ke Indonesia.” tuturnya.

Saat ini, banyak fintech yang muncul dan berkembang dengan kreativitas masing-masing. Adapun, fintech tersebut tumbuh biasanya mereka akan diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar.

"Jadi tidak akan pernah ada lapangan bermain yang setara. Karena ketika sebuah fintech semakin besar, maka fintech tersebut akan memiliki kemampuan dalam hal likuiditas, modal dan bisa menguasai pasar. Jadi pertanyaan tentang persaingan yang sehat akan menjadi sangat kritis pada era teknologi digital ini. Karena ketika Anda mendominasi, maka Anda mendapatkan semua skala ekonomi, serta semua layanan yang menjadi lebih baik, untuk orang-orang yang harus dituju. bagi perusahaan besar ini juga, akan sangat sulit bagi pendatang baru untuk benar-benar membangun kehadiran mereka di pasar semacam ini,”jelasnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN