Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Menko Perekonomian Minta Industri 'Fintech' Tingkatkan Inklusi Keuangan

Rabu, 11 November 2020 | 15:00 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta industri financial technology (fintech) ikut meningkatkan inklusi keuangan di dalam negeri. Itu sebabnya, industri fintech harus memainkan peran penting dalam perekonomian domestik.

“Dengan indeks inklusi keuangan sebesar 76% pada 2019, kami harap inklusi keuangan sesuai arahan Presiden, ditargetkan mencapai 90% pada 2020,” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (11/11).

Menurut Menko Perekonomian, fintech juga dapat berperan meningkatkan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mengurangi jumlah pengangguran. "Digitalisasi merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan para pelaku UMKM untuk bertahan pada masa pandemi Covid-19," ucap dia.

Airlangga menegaskan, upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral yang efektif, termasuk di bidang teknologi digital. “Kami harapkan hal ini dapat membangun dan me-reform sekaligus menumbuhkan kembali perekonomian nasional,” tandas dia.

Fintech, kata Airlangga, merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling kompetitif. Di Indonesia terdapat empat perusahaan rintisan teknologi (startup) yang valuasinya lebih dari US$ 1 miliar (unicorn) dan satu startup dengan valuasi lebih dari US$ 10 miliar (decacorn).

Fintech bersama revolusi industri 4.0 dan e-commerce telah menjadi ikon bagi ekonomi digital. Pada awal pengembangannya, kita tidak hanya fokus pada payment dan lending, tetapi juga lebih ke berbagai model bisnis, termasuk capital rising, asuransi digital, dan market provisioning,” papar dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN