Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Modalku Sasar Pengusaha Daring Berbasis Aplikasi Pesan dan Media Sosial

Rabu, 29 Juli 2020 | 20:37 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending Modalku perluas cakupan bisnis dengan menyasar segmen pengusaha daring (online) yang pemasarannya lewat aplikasi pesan dan media sosial. Langkah tersebut melengkapi jangkauan pembiayaan bagi pengusaha daring di sejumlah mitra -ecommerce.

Project Manager Micro Business Modalku Yuliana Prabandari menyampaikan, keputusan perluasan segmen tersebut berlandaskan survei internal perusahaan untuk mengetahui kebutuhan serta pandangan pengusaha daring, utamanya terhadap pembiayaan dari fintech p2p lending. Survei itu setidaknya dilakukan kepada 200 responden pengusaha daring.

Hasil survei menunjukan bahwa platform digital yang digunakan oleh pengusaha daring dalam menjalankan usahanya didominasi oleh platform ecommerce seperti Shopee (77,5%) dan Tokopedia (70,5%). Selain itu, aplikasi pesan seperti Whatsapp dan Line (62%) turut digunakan pengusaha daring untuk menjajakan produknya.

Kemudian, survei juga membahas permasalahan usaha yang ingin diselesaikan dengan mendapatkan pinjaman modal. Diantaranya yakni untuk meningkatkan stok barang (63,5%), mencoba peluang usaha baru (57,5%), dan melakukan pemasaran daring (49,5%). Sekitar 70% dari responden sudah merasa nyaman untuk mengajukan pinjaman secara daring..

"Survei ini menjadi salah satu landasan bagi Modalku untuk memperluas segmen bisnisnya. Pengusaha online yang berjualan melalui aplikasi pesan, media sosial, ataupun platform digital lainnya menjadi segmen pasar yang ingin Modalku sasar sehingga kami bisa secara maksimal memberikan dukungan kepada pengusaha online yang berjualan di berbagai platform," kata Yuliana saat sedaring, Rabu (29/7).

Dia menuturkan, para pengusaha daring bisa mendapatkan pembiayaan tanpa agunan hingga Rp 250 juta dengan jangka waktu sampai 12 bulan. Bunga pinjaman yang dikenakan dimulai dari 2% per bulan atau 24% per tahun. Tingkat bunga itu ditentukan berdasarkan profil risiko dari masing-masing penjual, dengan proses persetujuan maksimal 3 hari kerja setelah dokumen dilengkapi.

Saat ini, sambung dia, Modalku sudah menyediakan fasilitas pembiayaan ke pengusaha daring yang berjualan di banyak platform, termasuk e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Zilingo.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan segmen pengusaha daring di commerce lain juga turut menikmati layanan pembiayaan dari Modalku.

Kemudian, perseroan juga menyediakan fasilitas pembiayaan bagi pengusaha daring berbasis media sosial seperti Instagram, Facebook, dan lainnya. Serta pengusaha daring berbasis aplikasi pesan seperti WhatsApp, Line, dan lainnya. Termasuk platform digital lainnya seperti website milik sendiri, aplikasi pemesanan makanan, dan lainnya.

Sementara itu, AVP Partnership Success Lead Modalku Marsya Juwita Aderizal menerangkan, kerjasama dengan berbagai platform ecommerce telah memberdayakan jutaan penjual. Ecommerce menjadi mitra yang tepat bagi perseroan dalam mendukung UMKM lokal potensial. Hal tersebut sejalan dengan visi perseroan, terutama terkait menjangkau lebih banyak wilayah.

"Sampai saat ini, sudah ada jutaan transaksi pinjaman merchant online yang sudah didukung oleh Modalku melalui fasilitas pinjaman di platform e-commerce. Kolaborasi ini juga telah berhasil menjangkau UMKM di beberapa kota di Indonesia, baik di dalam maupun luar Jawa, seperti Medan, Batam, ataupun Makassar,” terang dia.

Di sisi lain, Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan mengatakan, potensi layanan digital di Indonesia masih menunjukkan tren yang positif. Pada kondisi physical distancing, semakin banyak masyarakat yang melakukan aktivitas utamanya melalui platform digital, termasuk transaksi jual beli barang. Modalku melihat peningkatan penggunaan layanan digital tersebut harus diimbangi dengan akses pendanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pengusaha daring.

Meski mulai fokus menyasar segmen pengusaha daring yang jumlahnya sudah puluhan ribu, pihaknya masih tetap melayani para pengusaha offline.

"Kita juga support yang offline, seperti supplier dan produsen masker, serta berbagai bidang usaha di sektor kesehatan. Kita bermain imbang, karena biasanya online seller itu juga menjalankan usaha secara offline," ungkap Iwan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN