Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK Kawal Fintech Lending

Oleh Nida Sahara, Rabu, 19 Desember 2018 | 16:26 WIB

 

JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengawal industri teknologi finansial (financial technology/fintech) berbasis peer to peer (P2P) lending atau layanan bisnis pinjaman dari pengguna ke pengguna, melalui regulasi yang ketat namun tetap ramah bisnis. Dengan demikian, industri fintech di Tanah Air dapat tumbuh secara sehat, hati-hati (prudent), berkelanjutan (sustainable), serta terhindar dari kasus penipuan (fraud) dan bahaya moral (moral hazard).

 

 

 

OJK akan menindak tegas perusahaan fintech yang terbukti melanggar aturan. Selain itu, bekerja sama dengan asosiasi fintech, OJK akan terus memantau kinerja perusahaan-perusahaan fintech P2P agar mereka ikut meningkatkan inklusi keuangan dan menjalankan fungsi intermediasi secara efisien. Dengan begitu, industri fintech dapat berkontribusi lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

 

 

 

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengungkapkan, OJK tidak mengatur tingkat bunga kredit fintech lending. Namun, OJK mewajibkan semua perusahaan P2P lending untuk transparan mengenai tingkat bunga pinjaman yang ditawarkannya agar tidak merugikan nasabah.

 

 

 

Ketentuan itu antara lain tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Hal itu juga termaktub dalam aturan yang dibuat OJK dan asosiasi fintech.

 

 

 

“Kami tidak mengatur bunga fintech agar mereka bisa bersaing sendiri di market,” ujar Hendrikus kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (18/12).

 

 

 

Hendrikus Passagi mengakui, di satu sisi, banyak perusahaan fintech P2P mematok bunga pinjaman yang tinggi. Namun, ada pula perusahaan P2P yang memberikan bunga rendah, bahkan mulai dari 0%, kepada nasabahnya.

 

 

 

"Fintech lending Toko Modal dan fintech lending Danamas, misalnya, menyediakan pinjaman bunga 0% untuk satu minggu, lalu pinjaman dua minggu kena bunga 1% per minggu, dan pinjaman satu bulan kena bunga 2% per bulan. Mereka memberi pinjaman untuk usaha warung. Ini adalah contoh bahwa fintech lending terdaftar atau berizin OJK juga beroperasi mulai dari bunga 0%," tutur dia. (ts}

 

 

 

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/moneyandbanking/mengacu-pada-tiga-prinsip-dasar/183787

 

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA