Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta dalam acara pelatihan wartawan yang digelar OJK di kawasan Sentul, Bogor, Sabtu, 1 Mei 2021.

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta dalam acara pelatihan wartawan yang digelar OJK di kawasan Sentul, Bogor, Sabtu, 1 Mei 2021.

OJK: Perusahaan P2P Lending Hanya Boleh Akses 'Camilan'

Sabtu, 1 Mei 2021 | 23:08 WIB
Herman

Bogor - Pembatasan bagi perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending untuk mengakses data nasabahnya ternyata sudah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2019. Menurut Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta, perusahaan P2P lending hanya diizinkan untuk mengakses camera, microphone, dan location (Camilan). Apabila perusahaan P2P lending mengakses data di luar Camilan, perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi.

“Banyak keluhan dari masyarakat kalau mereka tidak punya hubungan apa-apa, tetapi di-WhatsApp oleh perusahaan P2P lending kalau temannya punya hutang. Saya tegaskan, P2P lending itu hanya boleh mengakses Camilan yang berfungsi untuk mitigasi dan komunikasi. Di luar itu dilarang, dan kalau ada yang akses pasti akan kami tindak tegas,” kata Tris Yulianta dalam acara pelatihan wartawan yang digelar OJK di kawasan Sentul, Bogor, Sabtu (1/5/2021).

Beberapa sanksi yang dijatuhkan untuk perusahaan P2P yang melanggar antara lain teguran keras hingga tidak boleh menyalurkan pinjaman dalam jangka waktu tertentu sebelum kesalahannya diperbaiki. “Sanksi ini dilihat dari tingkat kesalahannya sampai tingkat perbaikannya,” kata Tris.

Dari data OJK, per 31 Maret 2021, jumlah penyelenggara P2P lending ada sebanyak 146 platform, termasuk sembilan platform dengan sistem syariah. Dari 146 platform tersebut, sebanyak 56 platform sudah berizin dan 90 platform terdaftar.

Tris menyampaikan, akumulasi rekening borrower mencapai 55,34 juta dengan rekening yang masih aktif di akhir Maret 2021 sebanyak 18,52 juta. Sedangkan untuk akumulasi rekening lender mencapai sekitar 612.840 dengan rekening yang masih aktif sebesar 164.430. Adapun akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp 181,67 triliun dengan nilai outstanding di akhir Maret 2021 sebesar Rp 19,04 triliun dan tingkat keberhasilan bayar (TKB90) 90 hari di akhir Maret 2021 sebesar 98,68%.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN