Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat memberikan kuliah umum secara virtual pada acara OJK Mengajar dalam rangka HUT ke-9, Kamis (19/11).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat memberikan kuliah umum secara virtual pada acara OJK Mengajar dalam rangka HUT ke-9, Kamis (19/11).

OJK: Startup Indonesia Harus Berani Keluar Kandang

Kamis, 19 November 2020 | 14:01 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan rintisan (startup) Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar ke mancanegara. Hal tersebut dilakukan supaya Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tapi juga sebagai pemain besar di luar negeri.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, banyak pemain startup atau fintech asing masuk ke Indonesia karena melihat potensi yang besar. Tercermin dari jumlah penduduk Indonesia mencapai 272 juta jiwa.

Oleh karena itu, OJK meminta startup yang didominasi oleh anak muda untuk berani go global. Tidak hanya menjadi jago kandang, karena ruang untuk tumbuh masih luas untuk ke pasar internasional.

"Indonesia dilirik karena penduduknya banyak, jangan kita menjadi pasar, tapi jadi player. Startup kami minta keluar kandang, jangan jago kandang saja, kiami monitor mereka dan ruang masih besar," tegas Wimboh, Kamis (19/11).

Wimboh mengungkapkan, sudah ada startup Indonesia yang merambah pasar internasional, seperti ke Filipina dan Thailand. Diharapkan, kedepan para pemain startup juga melebarkan sayapnya ke negara-negara lainnya.

"Ada beberapa yang sudah masuk ke Thailand dan Filipina, dan kami dikasih tahu regulator sana ada pemain kita di sana dan mereka ingin belajar juga. Kami dorong ke sana kami monitor dan ruang masih besar," papar Wimboh.

Dia juga mengarahkan agar anak muda Indonesia memiliki cita-cita menjadi entrepreneur, bukan menjadi pegawai. Supaya anak muda dapat menggerakkan ekonomi dan membantu masyarakat.

"Anak muda silakan, jangan semua cita-cita jadi pegawai, kami dorong jadi entrepreneur. Tujuannya membantu masyarakat Indonesia mendapat produk keuangan yang murah, nyaman, aman, dan cepat, ini sudah kelihatan," pungkas Wimboh.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN