Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana pada acara prosesi serah terima jabatan Kepala kantor Regional 4 Jawa Timur dari Heru Cahyono kepada Bambang Mukti Riyadi di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (28/1/2020). Foto:Istimewa

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana pada acara prosesi serah terima jabatan Kepala kantor Regional 4 Jawa Timur dari Heru Cahyono kepada Bambang Mukti Riyadi di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (28/1/2020). Foto:Istimewa

OJK-Pemprov Jatim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim di Atas Nasional

Selasa, 28 Januari 2020 | 21:04 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim). Pada kuartal III 2019 pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,32%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu mengemuka dalam acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (28/1/2020).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Anggota Komisi XI DPR RI, pejabat Provinsi Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur serta para pelaku industri jasa keuangan di Jawa Timur. Kegiatan itu mengambil tema ‘Ekosistem Keuangan Berdaya Saing Untuk Pertumbuhan Berkualitas’.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana bersama , Anggota Komisi XI DPR RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur serta para pelaku industri jasa keuangan di Jawa Timur pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya. Foto:Istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana bersama , Anggota Komisi XI DPR RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur serta para pelaku industri jasa keuangan di Jawa Timur pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya. Foto:Istimewa

PTIJK Jawa Timur merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun, yang bertujuan untuk mengomunikasikan arah kebijakan strategis OJK ke depan.

Selain itu, PTIJK juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antara OJK dengan pemangku kepentingan terkait dengan pengembangan ekonomi dan pelaksanaan tugas OJK di daerah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, menyampaikan bahwa di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global di sepanjang tahun 2019, secara umum stabilitas makroekonomi Indonesia masih tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional masih tercatat 5,02% di kuartal III 2019 dan diharapkan pada akhir tahun masih di atas 5%.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal III 2019 adalah sebesar 5,32%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hal ini tidak terlepas dari peran pembiayaan oleh industri jasa keuangan di Jawa Timur,” kata Heru pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa

Keuangan (PTIJK) Tahun 2020 dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (28/1/2020).

Lebih lanjut Heru mengungkapkan, kredit perbankan sampai dengan posisi November 2019 tumbuh 3,9%. Jumlah emiten di Jatim yang melakukan penghimpunan dana di pasar modal meningkat menjadi 37 emiten.

Adapun total dana yang dihimpun dari 3 emiten yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2019 mencapai sebesar Rp136,8 miliar. Jumlah investor saham dan investor reksa dana juga meningkat.

“Jumlah investor saham meningkat signifikan sebesar 34,3%, sedangkan jumlah investor reksadana meningkat sebesar 93,7% dari tahun lalu, terutama investor retail,” jelasnya.

Ditambahkan, industri keuangan non bank di Jatim Timur juga meningkat. “Premi asuransi tumbuh 0,7%  dan piutang perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 5,9%,” imbuhnya.

Heru menjelaskan, OJK menuangkan kebijakan strategis sektor jasa keuangan untuk lima tahun ke depan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan tahun 2020-2024.

Terdapat 5 kebijakan strategis untuk diimplementasikan di tahun 2020. Diantara kelima kebijakan itu adalah peningkatan skala ekonomi industri keuangan, mempersempit regulatory dan supervisory gap antar sektor jasa keuangan, transformasi digital sektor jasa keuangan, mempercepat penyediaan akses keuangan serta mendorong penguatan penerapan market conduct dan perlindungan konsumen dan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Dikatakan, sepanjang 2019, OJK Regional 4 Jawa Timur telah melakukan upaya yang masif dan berkesinambungan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Jawa Timur guna meningkatkan literasi keuangan dalam mewujudkan Jatim Well Financial Literate.

Upaya peningkatan literasi keuangan kepada masyarakat Jawa Timur dilaksanakan melalui 194 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, menginisiasi Program Si-Pinter Keuangan, Pelatihan dan Inklusi Literasi Keuangan) dengan dukungan beberapa universitas di Jawa Timur, serta penerbitan Seri Buku Edukasi Keuangan Syariah. Sementara itu, upaya peningkatan inklusi keuangan di Jatim selama tahun 2019 dilakukan antara lain melalui program business matching TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) untuk UMKM, mendorong pendirian 15 Bank Wakaf Mikro (BWM) dan perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Dikatakan, fungsi perlindungan konsumen dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan, penanganan pengaduan nasabah sebanyak 3.282 pengaduan serta berkoordinasi dengan instansi terkait yang tergabung dalam Tim Kerja Satgas Waspada Investasi (SWI) Jawa Timur untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktik investasi ilegal yang meresahkan masyarakat.

Dalam kesempatan Heru juga mengapresiasi keberhasilan Kantor Regional 4 Jatim di bawah kepemimpinan Heru Cahyono sebelumnya dalam menjalankan fungsi dan peran OJK di wilayah Jatim.

“Dia berharap momentum ini dapat menjadi tonggak bagi Kepala Kantor Regional 4 Jawa Timur yang baru, Bambang Mukti Riyadi untuk lebih mengukir prestasi dalam mewujudkan OJK yang kredibel di mata stakeholder,” ujarnya.

Sementara itu, Heru Cahyono yang akan segera meninggalkan Jatim menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan mendukung OJK dalam melaksanakan tugasnya, terutama kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur atas dukungannya dalam pelaksanaan tugas OJK di Jawa Timur.

“Salah satunya terwujud pada program dan dukungan pada upaya peningkatan budaya menabung bagi pelajar sejak dini melalui program One Student One Account dan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur,” kata Heru.

Selain itu, sambung dia, dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Jatim untuk kerja samanya dalam mencegah dan menangani praktek investasi ilegal.

“Kepada seluruh pimpinan Lembaga Jasa Keuangan yang turut serta dalam peningkatan perekonomian Jawa Timur kami juga menyampaikan terimakasih,” tukasnya.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur yang baru dilantik, Bambang Mukti Riyadi berharap kerja sama, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam rangka mendorong penguatan ekosistem industri jasa keuangan di Jatim.

“Semoga dengan sinergi dan kolaborasi ini industri keuangan di Jatim lebih berdaya saing dan berkualitas,” kata Bambang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN