Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Facebook. Foto: telegraph.co.uk

Facebook. Foto: telegraph.co.uk

PayPal Hengkang dari Proyek 'Cryptocurrency' Libra

Fajar Widhiyanto, Sabtu, 5 Oktober 2019 | 10:15 WIB

PayPal mengumumkan telah menarik diri dari proyek mata uang kripto milik Facebook, Libra. Disampaikan seorang juru bicara PayPal, perusahaan pembayaran tersebut “membuat keputusan untuk tidak berpartisipasi lagi” dalam proyek kripto yang diprakarsai Facebook.

“Sebagai gantinya kami terus fokus memajukan misi dan prioritas bisnis yang ada, untuk memperluas akses jasa keuangan kepada populasi yang kurang terlayani," demikian pernyataan dari juru bicara PayPal seperti dilansir CoinDesk (4/10).

Namun demikian disampaikan pula bahwa PayPal tetap mendukung aspirasi Libra dan berharap untuk melanjutkan dialog tentang cara-cara untuk bekerja sama di masa depan. “Facebook telah menjadi mitra strategis yang sudah lama dan bernilai bagi PayPal, dan kami akan terus bermitra dan mendukung Facebook dalam berbagai kapasitas."

Dalam kesempatan berbeda, perwakilan Libra Assosiation menyatakan mereka telah mendapatkan pemberitahuan perihal hengkangnya PayPal dari proyek mereka. "Kami dapat mengonfirmasi bahwa PayPal telah memberi tahu kami dan bermaksud untuk tidak bergabung," kata juru bicara Asosiasi Libra dalam imelnya kepada CoinDesk.

Facebook meluncurkan Libra pada bulan Juni 2019, mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan stablecoin yang dimaksudkan untuk membawa layanan keuangan kepada individu di seluruh dunia yang tidak memiliki rekening bank.

Proyek Libra segera disambut oleh lahirnya sejumlah regulasi oleh sejumlah bank sentral, karena beberapa negara menyebut proyek mata uang kripto milik Facebook ini berisiko merusak kestabilan tatanan moneter global. Sejumlah menteri Perancis dan Jerman bahkan berjanji akan memblokir proyek tersebut, sementara anggota kongres dari Partai Demokrat AS, Maxine Waters meminta Facebook untuk menghentikan pengembangan proyek tersebut.

Raksasa media sosial itu menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja dengan 27 mitra peluncur untuk mengawasi tata kelola Libra, dan menggunakan Libra Investment Token sarana voting. Libra Assosiation dijadwalkan bertemu pada 14 Oktober untuk menandatangani piagam pembentukan dewan tata kelola tersebut.

Sehari lalu Kepala kebijakan dan komunikasi Asosiasi Libra, Dante Disparte dalam pernyataannya mengemukakan, membangun jaringan pembayaran modern yang rendah friksi dan keamanan tinggi dapat memberdayakan miliaran orang yang kurang terlayani secara finansial. “Ini adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan,” ujarnya.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA