Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran)

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran)

Pembiayaan dari Lender Institusi Akseleran Tembus Rp 500 Miliar

Rabu, 31 Maret 2021 | 16:51 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) sampai Februari 2021 berhasil menggandeng 15 pemberi pinjaman (lender) institusi. Pada saat sama, sejumlah lender itu telah berkontribusi lebih dari Rp 500 miliar terhadap pembiayaan tersalurkan.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan menyampaikan, saat ini Akseleran didukung oleh 150 ribu lebih lender ritel atau perorangan yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Selain itu, terdapat lebih dari 15 lender institusi yang berasal dari Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya termasuk Bank BCA, Bank JTrust, Bank Mandiri dan Bank Jago.

"Hingga akhir Februari kemarin, total penyaluran pinjaman dari seluruh Institutional Lender Akseleran sudah menembus lebih dari Rp 500 miliar dan ke depan kami akan terus membuka pintu untuk dapat melakukan kerja sama dengan LJK yang lain termasuk menambah jumlah partner BPR melalui skema loan channeling," ungkap Ivan melalui keterangan tertulis, Rabu (31/3).

Secara total kumulatif, Ivan menerangkan, Akseleran sudah menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp 2,2 triliun kepada 2.500 pinjaman lebih di Indonesia hingga pertengahan Maret 2021. Pencapaian tersebut didukung dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang tetap rendah di angka 0,13%.

Lima sektor usaha yang memperoleh penyaluran pinjaman usaha terbesar melalui Akseleran yakni berasal dari engineering/construction, business & consumer services, retail (online), mining, power & related energy, dan oil & gas.

“Mengacu dari rasio NPF, terbukti bahwa produk pinjaman invoice financing lebih aman karena tingkat kredit macet yang rendah. Ini juga turut menopang rendahnya total NPF kumulatif Akseleran di bulan Februari 2021 yang alami penurunan hingga sebesar 0,62% dari Februari 2020," ungkap Ivan.

Sementara jika ditilik secara bulanan, per Februari 2021 pembiayaan Akseleran mencapai Rp 110 miliar atau meningkat 130% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi pinjaman selama sebulan penuh itu tercatat masih di kisaran penyaluran pinjaman bulanan yang berada di angka Rp 110 miliar hingga Rp 120 miliar.

Ivan menjelaskan, melesatnya pembiayaan di Februari 2021 turut sejalan dengan kualitas pembiayaan. Bahkan, rasio NPF selama tiga bulan terakhir, yakni Desember 2020, Januari 2021, dan Februari 2021 tetap stabil di angka 0,2% dari total penyaluran pinjaman.

"Kami semakin fokus dengan produk pinjaman invoice financing sebesar 70% dan sisanya yang 20% adalah dari pra-invoice financing. Di sisi lain, sebagai bagian untuk memitigasi risiko terjadinya NPF, kami selalu menerapkan penilaian kredit yang prudent dengan berfokus kepada cashflow calon peminjam atau borrower dan ditambah lagi dengan seluruh pinjaman di Akseleran sudah terproteksi oleh asuransi kredit yang melindungi 90% pokok pinjaman tertunggak,” papar dia.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN