Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Amartha Aria Widyanto

Direktur Amartha Aria Widyanto

Penyaluran Pembiayaan Amartha Capai Rp 1,13 Triliun

c04, Selasa, 9 Juli 2019 | 22:31 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) hingga Juni 2019 mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp 1,13 triliun. Perusahaan finance technology (fintech) yang fokus melakukan pembiayaan untuk perempuan tersebut telah merambah sebanyak 242.886 pengusaha mikro.

Direktur Amartha Aria Widyanto mengatakan, sejak beroperasi pada 2016 dan mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Mei 2019, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1,13 triliun. Penyaluran pembiayaan tersebut diimbangi dengan kualitas yang cukup baik di mana rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) di level 1,18%.

"Kami berizin di OJK mulai Mei 2019. Kami sudah menyalurkan Rp 1,13 triliun kepada 242 ribu lebih peminjam perempuan. Keseluruhan pembiayaan tersebut saat ini baru disalurkan di Pulau Jawa," kata Aria di Jakarta, Selasa (9/7).

Ke depan, pihaknya beroperasi di luar Pulau Jawa. Saat ini Amartha tengah melakukan riset di sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. "Selain di Jawa, kami segera menjajaki Sumatera dan Sulawesi yang juga akan menjadi potensi pasar untuk kami," sebut dia.

Menurut Aria, keseluruhan pembiayaan tersebut disalurkaan untuk modal kerja di sektor produktif seperti unit usaha dagang, bertani, industri rumahan, dan jasa. Dia menargetkan hingga akhir tahun penyaluran pembiayaan bisa mencapai Rp 1,8 triliun. "Sampai akhir tahun masih bisa Rp 1,8 triliun," ujar dia.

Saat ini, kata dia, Amartha masih mengandalkan distribusi keagenan sebagai petugas penyaluran pinjaman atau menarik cicilan. Selain itu, tercatat hampir 1.000 agen juga diberi tanggung jawab lebih untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada para peminjam perempuan guna meningkatkan kualitas pembiayaan.

Lebih lanjut Aria menjelaskan, pihaknya fokus kepada para perempuan pengusaha karena mereka memiliki potensi besar dalam mengembangkan bisnis, namun masih terkendala dalam pembiayaan modal. Hal tersebut ditanggapi Amartha untuk mensetarakan akses pembiayaan modal dan edukasi literasi keuangan perempuan pengusaha.

"Jadi kami fokusnya ke perempuan agar perempuan itu bisa lebih setara dalam hal mendapatkan akses pelayanan keuangan. Misalnya kami lihat, banyak dari laki-laki yang bekerja maka yang punya rekening bank biasanya laki-laki. Sementara perempuan punya potensi yang besar jika kami memberi pelajaran ke mereka untuk bisa menjadi pengusaha dan mengelola keuangan yang baik," papar Aria.

Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan, para perempuan jika memiliki keterampilan dan penghasilan nantinya turut membantu pembiayaan keluarga. Dengan begitu, segala pembiayaan diharapkan terdistribusi secara merata dan keluarga bisa lebih sejahtera.

Adapun Amartha menerapkan konsep micro lending dalam bisnisnya dengan pinjaman sebesar Rp 3-10 juta. Dalam pola bisnis yang dilakukan Amartha membuat beberapa segmen peminjam yang nantinya akan berkorelasi dengan lender. Adapun lender sebelumnya telah memilih tingkat suku bunga yang diinginkan sesuai tingkat risiko.

"Lender juga bisa memilih antara bunga yang lebih rendah dengan risiko lebih rendah juga. Atau memilih bunga yang lebih tinggi dengan risiko juga yang lebih tinggi. Keputusan itu (tingkat suku bunga) tetap ada pada lender," terang dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN