Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Berharap Fintech Jadi Penggerak Literasi Digital

Rabu, 11 November 2020 | 15:03 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan bahwa industri financial technology (fintech) telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan memperbesar akses pembiayaan. Namun demikian, fintech diharapkan bisa menjadi penggerak literasi digital.

Jokowi memaparkan, Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang besar dalam pengembangan fintech. Indeks inklusi keuangan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara Asean. Di tahun 2019, indeks inklusi keuangan Indonesia 76%, lebih rendah dibandingkan beberapa negara di Asean lainnya. Seperti Singapura sebesar 98%, Malaysia 85%, atau Thailand 82%.

Dia menuturkan, tingkat literasi keuangan digital Indonesia juga masih rendah, baru sekitar 35,5%. Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan informal, hanya 31,26% masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital.

"Oleh karena itu, saya harapkan para inovator fintech tidak hanya sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja, tapi penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat, sebagai pendamping perencana keuangan, serta memperluas UMKM dalam akses pemasaran di e-commerce," kata Jokowi pada acara Indonesia Fintech Summit 2020 & Pekan Fintech Nasional yang disiarkan secara virtual, Rabu (11/11).

Dia juga mengatakan, para inovator fintech juga harus mengembangkan diri secara terus menerus. Terutama guna menjalankan fungsi aggregator dan inovatif credit scoring. Serta memberikan layanan equity crowdfunding dan project financing.

Harus diingat, kata Jokowi, perkembangan teknologi di sektor keuangan turut menimbulkan potensi risiko. Antara lain risiko kejahatan cyber, mis-informasi, transaksi error, serta penyalahgunaan data pribadi. Apalagi regulasi industri keuangan non bank (IKNB) tidak seketat regulasi perbankan. Oleh karena itu, pelaku industri fintech perlu memperkuat tata kelola yang baik dan akuntabel, serta mitigasi berbagai risiko yang muncul.

"Dengan cara ini, saya berharap industri fintech bisa memberikan layanan yang aman bagi masyarakat serta memberi kontribusi besar bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional," ujar Presiden.

Kendati begitu, Presiden Jokowi tetap mengapresiasi capaian para inovator dan penggerak industri fintech di seluruh Indonesia. Menurut dia, fintech telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan memperbesar akses terhadap pembiayaan. "Layanan finetch telah berkembang sangat pesat, kontribusi pada penyaluran pinjaman nasional di tahun 2020 mencapai Rp 128,7 triliun, meningkat 113% year on year," papar dia,

Jokowi menambahkan, sampai September 2020 terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi mencapai Rp 987 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia. Lebih lanjut, penyelenggara fintech crowdfunding juga telah berkembang luar biasa dengan penyaluran sebesar Rp 15,5 triliun.

Pada kesempatan itu, Jokowi pun secara resmi membuka acara Indonesia Fintech Summit 2020 & Pekan Fintech Nasional yang diselenggarakan secara virtual. Selain Presiden, acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Sebelumnya, para pelaku fintech berharap mendapat arahan dari para pemangku kepentingan pada acara tersebut. Selain mendukung inisiatif dan program pemerintah, hal itu utamanya guna menggali potensi bisnis di masa mendatang.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN